Dubes Palestina Lari Bersama Ratusan Warga Bandung, Optimistis Palestina Merdeka
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Duta Besar (Dubes) Palestina untuk Indonesia Abdulfattah Al-Sattiri lari bersama ratusan warga Kota Bandung dalam event SoliRUNity di Kiara Artha Park, Jalan Ibrahim Adjie, Kota Bandung, Minggu (6/9/2026).
Selain Dubes Palestina dan ratusan warga Bandung, acara tersebut juga dihadiri sejumlah mahasiswa asal Palestina. Selama lari, para peserta meneriakkan yel-yel Free Palestine! Free Palestine! Free Palestine. Mereka mengenakan kaus bermotif semangka dan membawa bendera kecil Palestina.
Dubes Palestina Abdulfattah Al-Sattiri juga memotong tumpeng sebagai bentuk rasa syukur di hari jadi ke-9 Kasih Palestina. Dalam kesempatan itu, Kasih Palestina menggalang donasi, doorprize, dan menari bersama Dabke, tarian tradisional khas Palestina.
Dabke merupakan tarian tradisional rakyat Palestina. Sebuah tarian rakyat yang melambangkan persatuan, ketabahan, dan perlawanan. Gerakan tari Dabke berbaris atau membentuk setengah lingkaran. Lalu para penari saling berpegangan tangan atau bahu sambil melakukan hentakan kaki kuat ke tanah secara serentak.
Hentakan kaki melambangkan keteguhan akar manusia pada tanah air mereka dan ketahanan dalam menghadapi kesulitan. Tarian diiringi musik khas Timur Tengah, seperti tiupan seruling mijwiz atau algourjouh dan tabuhan gendang dabkah.
Semua peserta, termasuk Dubes Palestina dan CEO Kasih Palestina Nandang Cahya ikut menarikan tarian Dabke. Mereka dipandu oleh penari profesional asal Palestina.

CEO Kasih Palestina Nandang Cahya mengatakan, lari santai atau fun run 5K (5 kilometer) solidaritas Palestina bertajuk 'SoliRUNity: Finish for Humanity' itu digelar untuk merayakan milad ke-9 lembaga kemanusiaan Kasih Palestina.
SoliRUNity, kata Nandang, bukan sekadar kegiatan olahraga, tapi simbol solidaritas dan dukungan warga Indonesia untuk kemerdekaan bangsa Palestina.
"Ini pertama kali Kasih Palestina mengadakan event running untuk memperingati milad ke-9. Biasanya kalau milad, kami hanya menggelar kajian, mengundang donatur. Sekarang, kami ingin tampil beda," kata CEO Kasih Palestina.
Lewat acara ini, ujar Nandang, Kasih Palestina ingin menegaskan bahwa Palestina memiliki martabat untuk hidup dan merdeka setelah hampir 80 tahun dijajah Israel.
"Melalui event lari ini, kami ingin memberi pesan kepada rakyat Palestina, bahwa mereka tidak sendirian. Ada bangsa Indonesia yang ikut berjuang bersama mereka," ujar Nandang.
Dia menuturkan, SoliRUNity adalah simbol perjuangan Kasih Palestina di Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. "Event SoliRUNity ini mendapat apresiasi dari Kedubes Palestina. Bahkan Dubes Palestina Abdulfattah Al-Sattiri memutuskan menunda agenda kunjungan ke daerah lain demi hadir di acara," tuturnya.
Nandang mengatakan, donasi yang terkumpul pada event ini, akan disalurkan untuk membangun Sumur Siliwangi guna menyediakan air bersih bagi rakyat Palestina.
"Kami kampanye (menggalang dana) untuk membangun sumur, namanya Sumur Siliwangi. Jadi ini persembahan masyarakat Jawa Barat dengan semangat Siliwangi-nya, saling membantu saudara-saudara kita di sana (Palestina)," ucap Nandang.
Dengan Sumur Siliwangi, ujarnya, masyarakat Jawa Barat memiliki kenang-kenangan atau monumen berbentuk sumur yang mengalirkan air kebaikan dan kehidupan untuk masyarakat Gaza.
Sementara itu, Dubes Palestina untuk RI Abdulfattah Al-Sattiri mengapresiasi Kasih Palestina yang terus memberi dukungan untuk perjuangan rakyat Palestina.
Abdulfattah mengaku bahagia karena Kasih Palestina turut mengenalkan tarian Dabke ke Indonesia. Tarian tradisional ini merupakan warisan budaya leluhur bangsa Palestina.
"Saya sangat bangga dan mengapresiasi program Kasih Palestina. Saya dan rakyat Palestina di Gaza dan Tepi Barat, tidak akan pernah melupakan dukungan besar masyarakat Indonesia," kata Dubes Palestina.
Abdulfattah menyatakan, SoliRUNity menjadi penanda bahwa rakyat Palestina tidak sendiri dalam berjuang mewujudkan kemerdekaan. "Saya selalu memiliki keyakinan kuat, Palestina akan merdeka," ujarnya.

Editor : Abdul Basir