Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Waspada! Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Mulai Terdeteksi di Sebagian Jawa Barat
Advertisement . Scroll to see content

Abu Vulkanik di Bandung Mulai Menipis, BMKG Ungkap Bisa Bertahan 1-2 Hari

Selasa, 08 September 2026 | 15:52 WIB
  • author Susana
Abu Vulkanik di Bandung Mulai Menipis, BMKG Ungkap Bisa Bertahan 1-2 Hari
Gunung Anak Krakatau yang erupsi. Foto: Istimewa

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Persebaran abu vulkanik di Kota Bandung mulai menipis. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut jumlah abu vulkanik yang terpantau di wilayah Bandung berangsur berkurang dibandingkan sebelumnya.

Forecaster BMKG Kelas I Bandung, Mia Fadillah, mengatakan kondisi tersebut berdasarkan pemantauan yang dilakukan BMKG hingga Senin (7/9/2026).

"Pada paper test volcanic ash, terpantau jumlah abu vulkanik yang kami lihat itu sudah mulai berkurang, namun masih kami pantau untuk ke depannya," ujar Mia.

Meski jumlahnya mulai menurun, abu vulkanik di Bandung masih berpotensi bertahan selama satu hingga dua hari ke depan.

Menurut Mia, kondisi tersebut sangat bergantung pada perubahan arah dan kecepatan angin. Kedua faktor tersebut menjadi penentu utama dalam pergerakan dan persebaran partikel abu vulkanik di udara.

"Jadi memang yang menentukan ke mana partikel abu itu bergerak adalah angin," jelasnya.

Kondisi Udara Bandung Mulai Membaik

Seiring dengan berkurangnya persebaran abu vulkanik, kondisi udara di Kota Bandung juga mulai menunjukkan perbaikan.

Meski demikian, BMKG masih terus melakukan pemantauan terhadap kualitas udara dan perkembangan persebaran abu vulkanik di wilayah Bandung.

Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan tetap diminta waspada, terutama selama partikel abu vulkanik masih berpotensi berada di udara.

BMKG Imbau Warga Tetap Pakai Masker dan Kacamata

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap menggunakan masker dan kacamata saat beraktivitas di luar ruangan, meskipun persebaran abu vulkanik di Bandung mulai menipis.

Penggunaan perlindungan tersebut diperlukan untuk mengurangi risiko paparan partikel vulkanik yang dapat mengganggu kesehatan.

"Kami imbau kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tetap waspada dan menggunakan masker serta kacamata untuk beraktivitas di luar ruangan karena partikel-partikel debu vulkanik tersebut cukup tajam," ucap Mia.

Dengan kondisi abu vulkanik yang masih dalam pemantauan, masyarakat diimbau tidak panik tetapi tetap berhati-hati. Warga juga disarankan menjaga kesehatan dan mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak diperlukan.

BMKG akan terus memantau perkembangan persebaran abu vulkanik di Kota Bandung, termasuk perubahan arah dan kecepatan angin yang dapat memengaruhi kondisi udara.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut