Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kuliah Umum di AAL, Guru Besar Ini Dorong Perwira TNI AL Memiliki Karakter Kuat
Advertisement . Scroll to see content

Lestarikan Warisan Budaya Bangsa, Ibu-ibu di Lembang Antusias Ikuti Pelatihan Batik Ciwitan

Sabtu, 19 September 2026 | 16:35 WIB
  • author Adi Haryanto
Lestarikan Warisan Budaya Bangsa, Ibu-ibu di Lembang Antusias Ikuti Pelatihan Batik Ciwitan
Bendahara Umun DPP Bapeksi Rina Eka Arinawati didampingi Ketua DPC Bapeksi KBB Jelly Carlisya Supriyadi melihat antusias peserta pelatihan Batik Ciwitan di Aula Balai Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Sabtu (19/9/2026). Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Seni membatik tidak bisa dilepaskan dari tradisi dan warisan budaya leluhur Bangsa Indonesia yang masih terjaga.

Sebagai pengakuan akan budaya tersebut, pemerintah menetapkan tanggal 2 Oktober sebagai Hari Batik Nasional. Bahkan UNESCO pun secara resmi telah mengakui batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Takbenda Manusia pada 2 Oktober 2009.

Seiring berjalannya waktu, seni pembuatan batik di Tanah Air terus berkembang serta memiliki ragam motif yang unik dan penuh filosofi sesuai daerahnya masing-masing. Seperti Batik Sogan (Solo), Batik Gentongan (Madura), Batik Mega Mendung (Cirebon), dan masih banyak lagi.

Sementara itu, salah satu yang kini mulai dikenal dan berkembang adalah Batik Ciwitan. Ciwitan berasal dari istilah Sunda "nyiwit" (mencubit), yang merujuk pada teknik pewarnaan dan penanganan kain secara manual dengan dicubit.

Teknik batiknya merupakan hasil perkawinan silang antara tradisi Jumputan Jawa dan Seni Shibori asal Jepang. Sehingga dengan ketelitian tinggi dapat menghasilkan kerutan atau corak warna yang khas dan unik.

Batik Ciwitan ini yang diperkenalkan jajaran DPP Barisan Pejuang Demokrasi (Bapeksi) bersama DPD Bapeksi Jawa Barat, dan DPC Bapeksi KBB, melalui pelatihan membatik kepada kalangan ibu-ibu.

Mengambil tempat di Aula Balai Desa Kayuambon, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Sabtu (19/9/2026), sebanyak 20 ibu-ibu dari beberapa kecamatan di KBB tampak antusias mengikuti proses pelatihan dari awal sampai akhir.

Pelatihan ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan dan tata cara teknis membatik kepada para peserta, agar mampu menguasai teknik pembuatan Batik Ciwitan, yang jadi salah satu teknik membatik khas dari Priangan, Jawa Barat.

"Ini pelatihan keempat yang Bapeksi selenggarakan, setelah Bogor, Sukabumi, Cianjur. Selain untuk melestarikan budaya bangsa, juga sebagai pemberdayaan ekonomi bagi masyarakat," kata Bendahara Umun DPP Bapeksi, Rina Eka Arinawati saat ditemui di lokasi usai kegiatan pelatihan.

Dikatakannya, sejak awal Bapeksi hadir menjadi wadah bagi orang-orang kreatif untuk bagaimana caranya meningkatkan ekonomi kerakyatan. Seperti yang sudah dilakukan di bidang perikanan, pertanian, olahan makanan, dan UMKM.

Khusus untuk Batik Ciwitan ini, lanjut dia, nantinya ada 280 orang yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Jawa Barat yang diberi pelatihan. Sehingga mereka bisa ikut melestarikan batik sekaligus bisa jadi mentor bagi warga di wilayahnya masing-masing, mengingat tekniknya cukup mudah.

"Sesuai mandat dari Ketum (Pak TB Hasanuddin), Bapeksi hadir untuk rakyat. Jadi kami memberi kail bukan ikan, harapannya keahlian tersebut bisa jadi sumber penghasilan mereka atau minimal untuk kebutuhan diri sendiri," ucap Rina yang hadir didampingi Sekretaris DPD Bapeksi Jabar, Mulia Aryateja.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPC Bapeksi KBB, Jelly Carlisya Supriyadi menyampaikan, kegiatan ini tidak sekadar agenda rutin organisasi, melainkan bentuk aksi nyata Bapeksi dalam menjaga budaya nusantara sekaligus mendorong kemandirian ekonomi warga.

"Melalui pelatihan ini, kami ingin membekali warga khususnya kaum ibu dengan keahlian yang dapat menjadi modal usaha kreatif," ucapnya.

Peserta pelatihan yang berusia antara 20-60 tahun datang dengan antusias mengikuti seluruh tahapan, mulai dari pengenalan alat dan bahan, pola motif, hingga proses pewarnaan. Mereka perwakilan yang berasal dari Kecamatan Lembang, Cipeundeuy, Saguling, dan Batujajar.

Mentor pelatihan adalah Eka Harijayanti yang menjadi pencetus ide Batik Ciwitan yang juga Ketua DPC Bapeksi Kabupaten Bogor. Agenda pelatihan juga dihadiri oleh Kepala Desa Kayuambon Hari Irawan yang berharap ke depan bisa muncul Batik Ciwitan Kayuambon.

"Untuk di KBB, pelatihan ini jadi pilot project dan berharap ke depan bisa berkembang hingga ke setiap kecamatan," harapnya.

Lebih lanjut dikatakannya, langkah kolaboratif DPP, DPD, dan DPC Bapeksi KBB ini diharapkan menjadi pemantik munculnya wirausaha baru di bidang kerajinan batik berbasis kearifan lokal di kawasan wisata Lembang.

"Kan tidak menutup kemungkinan ketika batik ini berkembang, bisa menjadi ikon wisata atau souvenir bagi wisatawan," pungkasnya. (*)

Editor: Rizki Maulana

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut