Bukan Cuma Crypto, Saham Apple hingga Emas Kini Bisa Diakses Lewat Tokenisasi
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya PINTU memperluas pilihan aset investasi digital yang dapat diakses masyarakat Indonesia dengan tetap memperhatikan ketentuan regulasi yang berlaku.
Senior Director Asia Pacific Ondo Finance Rania Rahardja menilai Indonesia memiliki potensi besar dalam perkembangan pasar aset tertokenisasi di kawasan Asia Pasifik.
“Melalui kolaborasi dengan PINTU, kami menghadirkan saham dan ETF global secara onchain dengan aksesibilitas, likuiditas, dan transparansi yang lebih baik,” kata Rania.
Menurutnya, kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan alternatif bagi investor Indonesia untuk mengakses pasar global melalui platform yang tepercaya dan teregulasi.
Hampir 50 Aset Ondo Sudah Tersedia
PINTU mulai mencantumkan aset tertokenisasi dari Ondo Finance sejak Desember 2025. Pada tahap awal, terdapat empat token yang tersedia.
Jumlah tersebut kemudian berkembang hingga mendekati 50 token. PINTU menargetkan daftar aset tertokenisasi Ondo dapat berkembang menjadi ratusan aset sepanjang 2026.
Pengembangan tersebut merupakan bagian dari visi PINTU untuk membangun marketplace saham tertokenisasi dan RWA yang lebih komprehensif bagi investor Indonesia.
Sejumlah aset yang tersedia mencakup saham global seperti Apple dan NVIDIA, ETF serta indeks seperti S&P 500 dan NASDAQ, hingga komoditas seperti emas dan perak.
Editor: Rizal Fadillah