Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Rapat Evaluasi DPRD Jabar, Percepatan Persiapan Garut Utara Harus Lebih Konkret
Advertisement . Scroll to see content

Menengok Perjalanan Warga Desa Karyasari Berbenah Gizi Anak Lewat Riset Pro Plus Menu

Senin, 05 Oktober 2026 | 10:06 WIB
  • author Aga Gustiana
Menengok Perjalanan Warga Desa Karyasari Berbenah Gizi Anak Lewat Riset Pro Plus Menu
Cerita di Balik Dapur dan Tumbuh Kembang Anak: Evaluasi Akhir Perjuangan Ibu-Ibu di Garut. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Langkah nyata dalam menekan angka stunting dan memperbaiki kualitas kesehatan masyarakat terus digelorakan di Kabupaten Garut. Rangkaian riset intervensi gizi yang diinisiasi oleh civitas akademika bersama lembaga kemanusiaan kini memasuki babak akhir melalui agenda Monitoring dan Evaluasi (Monev) Akhir Riset Pro Plus Menu yang dihelat di Aula Kantor Desa Karyasari.

Program yang melibatkan kolaborasi lintas sektor ini mempertemukan tim relawan, jajaran dosen serta mahasiswa Institut Kesehatan (IKES) Karsa Husada Garut, perwakilan Rumah Amal Salman Garut, perangkat Desa Karyasari, kader posyandu, hingga para penerima manfaat.

Pengukuran Antropometri hingga Evaluasi Pola Konsumsi

Agenda monev yang dihelat pada Kamis, 1 Oktober 2026 ini bukan sekadar seremoni penutupan riset. Tim peneliti turun tangan langsung melakukan pengukuran antropometri secara mendetail kepada para ibu dan balita yang menjadi sasaran program. Parameter pemeriksaan meliputi tinggi badan (TB), berat badan (BB), lingkar kepala, hingga lingkar lengan atas (LILA) guna memotret kondisi objektif pascaintervensi.

Selain data fisik, proses evaluasi turut diperdalam melalui sesi wawancara langsung serta pengecekan formulir rekam jejak makanan (food record). Langkah ini diambil untuk meninjau efektivitas perubahan pola konsumsi dan asupan nutrisi harian yang diterapkan oleh para peserta di rumah masing-masing.

Dosen sekaligus anggota tim peneliti IKES Garut, Nofita Setiorini, menegaskan bahwa evaluasi akhir ini memegang peranan krusial untuk melihat sejauh mana keberhasilan program dalam memberikan dampak nyata.

“Kegiatan evaluasi akhir menjadi momentum untuk memperoleh gambaran yang lebih menyeluruh mengenai hasil dari rangkaian intervensi yang telah dilakukan. Selain menilai capaian program, evaluasi juga menjadi ruang untuk mengidentifikasi hal-hal yang perlu diperkuat agar program dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan,” ujar Nofita.

Apresiasi Peran Ibu dan Sinergi Lintas Lembaga

Keberhasilan sebuah program intervensi gizi tentu tidak terlepas dari dedikasi para orang tua di tingkat akar rumput. Kepala Desa Karyasari, Gaya Mulyana, memberikan apresiasi tinggi atas kehadiran para akademisi dan relawan yang telah mendampingi warganya dengan penuh perhatian.

Senada dengan hal tersebut, Branch Manager Rumah Amal Salman Garut, Sinta Nurhia Dewi, turut menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada para ibu penerima manfaat yang senantiasa berjuang meracik menu sehat bagi buah hati mereka. Ia berharap esensi dari riset ini tidak berhenti begitu program rampung, melainkan menjelma menjadi kebiasaan baik jangka panjang di dalam keluarga.

“Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang anak dan menunjukkan bahwa keberhasilan intervensi gizi juga membutuhkan keterlibatan keluarga. Ia berharap dampak yang dihasilkan melalui Riset Pro Plus Menu tidak berhenti ketika rangkaian riset selesai, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk kebiasaan baik di dalam keluarga sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” ungkap Sinta.

Selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Seluruh rangkaian data dan rekomendasi yang terkumpul dari Monev Akhir ini nantinya akan diformulasikan menjadi strategi keberlanjutan program di masa mendatang. Lebih jauh lagi, inisiatif Pro Plus Menu ini membuktikan komitmen nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin kedua yaitu Zero Hunger (Tanpa Kelaparan) serta poin ketiga mengenai Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).

Melalui penguatan edukasi berbasis keluarga dan pemantauan kesehatan yang konsisten, ikhtiar kolektif ini diharapkan mampu melahirkan generasi masa depan Garut yang lebih sehat, cerdas, dan bebas dari ancaman stunting.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut