Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Menengok Perjalanan Warga Desa Karyasari Berbenah Gizi Anak Lewat Riset Pro Plus Menu
Advertisement . Scroll to see content

Listrik Saja Tak Cukup! Program LUTD PLN UID Jabar Dinilai Harus Dibarengi Penguatan SDM

Senin, 05 Oktober 2026 | 11:10 WIB
  • author Susana
Listrik Saja Tak Cukup! Program LUTD PLN UID Jabar Dinilai Harus Dibarengi Penguatan SDM
Ilustrasi Listrik. (Foto: Ilustrasi/Shutterstock)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Program Light Up the Dream (LUTD) PLN UID Jawa Barat dinilai perlu diikuti dengan penguatan sumber daya manusia (SDM) agar akses listrik bagi masyarakat prasejahtera tidak hanya meningkatkan kualitas hidup, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara berkelanjutan.

Subject Content Specialist Creativepreneur BINUS Bandung, Dr. Nur Azmi Karim, S.E., M.Si., mengatakan listrik merupakan salah satu kebutuhan penting yang dapat membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat. Namun, ketersediaan listrik perlu diikuti kemampuan masyarakat dalam memanfaatkannya secara produktif.

"Jangan sampai listrik sebenarnya perlu, tapi ada yang lebih perlu. Misalnya pembangunan tentang human capital, bagaimana membangun sumber daya manusianya supaya dia cerdas," ujar Nur Azmi.

Menurutnya, akses listrik dapat memberikan berbagai manfaat, mulai dari mendukung aktivitas belajar, pekerjaan, komunikasi hingga kegiatan usaha. Namun, peningkatan taraf hidup tidak otomatis terjadi hanya karena masyarakat sudah mendapatkan akses listrik.

"Kalau ketersediaan listrik pasti ada, pasti taraf hidup juga akan meningkat, asumsinya. Tapi kembali lagi perlu dilakukan analisis, apakah cukup ketersediaan listrik itu bisa meningkatkan taraf hidup," katanya.

Listrik Buka Peluang Ekonomi Masyarakat

Nur Azmi menjelaskan, listrik dapat menjadi modal awal untuk membuka berbagai peluang ekonomi. Penerangan yang memadai, misalnya, memungkinkan anak-anak belajar lebih lama pada malam hari.

Di sisi lain, masyarakat juga dapat memanfaatkan listrik untuk menjalankan aktivitas ekonomi setelah malam hari. Peluang tersebut semakin besar apabila akses listrik disertai dengan keterampilan dan pengetahuan yang sesuai.

Untuk sektor usaha, listrik dapat digunakan untuk mengoperasikan berbagai peralatan produksi maupun mengembangkan industri rumahan.

"Dengan listrik mereka bisa melakukan usaha, misalnya industri. Dengan industri itu kan mereka punya pekerjaan. Kalau punya pekerjaan pasti punya pendapatan," ujarnya.

Karena itu, program LUTD PLN UID Jawa Barat dinilai dapat ditempatkan sebagai tahap awal dalam rangkaian pemberdayaan masyarakat.

Setelah akses listrik tersedia, masyarakat penerima manfaat dapat didorong mendapatkan pelatihan keterampilan, literasi teknologi, pemahaman keuangan, hingga pendampingan pengembangan usaha.

Program Perlu Disesuaikan dengan Potensi Wilayah

Menurut Nur Azmi, program pemberdayaan setelah pemberian akses listrik sebaiknya tidak dibuat seragam. Pendekatan perlu disesuaikan dengan karakter masyarakat serta potensi ekonomi di masing-masing wilayah.

Kesiapan masyarakat, kebijakan pemerintah daerah, potensi ekonomi, hingga peluang investasi menjadi sejumlah aspek yang perlu diperhatikan.

"Harus dilihat dari kesiapan wilayah tersebut juga, kesiapan masyarakatnya, kesiapan kebijakan pemerintahannya," katanya.

Pendekatan tersebut dinilai penting agar manfaat program tidak berhenti pada tersedianya akses listrik, tetapi dapat berkembang menjadi peningkatan kapasitas masyarakat.

Dampak LUTD Perlu Dievaluasi dalam Jangka Panjang

Nur Azmi juga mendorong adanya evaluasi terhadap masyarakat yang telah menerima manfaat program LUTD PLN UID Jabar. Evaluasi jangka panjang diperlukan untuk melihat sejauh mana akses listrik memberikan perubahan terhadap kehidupan penerima manfaat.

Indikator yang dapat dilihat antara lain perubahan produktivitas, kreativitas, inovasi, aktivitas usaha, hingga kondisi ekonomi keluarga.

Dengan evaluasi tersebut, PLN dan pihak terkait dapat mengetahui apakah akses listrik telah dimanfaatkan secara optimal serta menentukan bentuk pendampingan yang masih dibutuhkan masyarakat.

Pada akhirnya, Light Up the Dream PLN UID Jawa Barat tidak hanya diharapkan menjadi program penyambungan listrik bagi masyarakat prasejahtera. Lebih jauh, program tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi penguatan kapasitas masyarakat sehingga akses energi mampu mendorong aktivitas produktif dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut