5.200 Lebih Siswa Ikuti Kemah Budaya Sako Paguyuban Pasundan di Kiara Payung
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sebanyak 5.200 lebih siswa dari Bandung Raya dan Sumedang mengikuti Kemah Budaya Satuan Komunitas (Sako) Paguyuban Pasundan IV Tahun 2026, Selasa (6/10/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum pembinaan karakter sekaligus menanamkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
Ketua Mabi Sako Pramuka Paguyuban Pasundan sekaligus Ketua Umum PB Paguyuban Pasundan, Prof Didi Turmudzi, mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga harus membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan demokratis.
"Kegiatan ini adalah implementasi dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam tujuan pendidikan, kita ingin melahirkan anak didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, serta mandiri, bertanggung jawab, disiplin, dan demokratis," ujar Prof Didi saat ditemui di sela-sela kegiatan di Bumi Perkemahan Kiara Payung, Sumedang.
Prof Didi mengaku bangga melihat antusiasme ribuan peserta dan tenaga pendidik yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, semangat para siswa tetap tinggi meski harus menempuh perjalanan jauh dan mengikuti kegiatan di tengah cuaca panas.
"Apa pun yang dilakukan di sini adalah dalam rangka pembinaan karakter bangsa sesuai cita-cita kemerdekaan. Kita harus punya karakter pantang menyerah, pemberani, petarung, dan bertanggung jawab. Insyaallah anak-anak kita akan menjadi anak yang saleh dan salihah," katanya.
Sementara itu, Ketua Puseur Sako Pramuka Paguyuban Pasundan sekaligus Sekjen PB Paguyuban Pasundan, Prof Budiana mengatakan, perkemahan rutin keempat ini juga difungsikan sebagai sarana pembinaan mental dan self healing bagi para siswa di bawah naungan Yayasan Pendidikan Pasundan.
"Kegiatan ini menjadi wahana, terutama hari ini sangat penting sebagai self healing atau pembinaan mental bagi siswa-siswa di lingkungan sekolah Pasundan. Selain itu, ini menjadi ajang silaturahmi antar siswa agar kelak mereka bisa menjadi kader-kader bangsa yang berkualitas," kata Prof Budiana.
Ia menjelaskan, pemilihan tema besar kebudayaan berakar dari misi agung Paguyuban Pasundan yang terus konsisten merawat serta merevitalisasi nilai-nilai budaya lokal di tengah tantangan zaman modern.
Rangkaian acara Kemah Budaya IV diisi dengan beragam kegiatan menarik, mulai dari perlombaan bertema budaya, permainan edukatif, hingga penanaman budi pekerti yang dipandu langsung oleh instruktur berpengalaman dari lingkungan Pasundan.
Pengalaman panjang Paguyuban Pasundan yang telah membina pendidikan dasar dan menengah sejak dekade 1930-an dinilai memperkuat sinergi dengan Gerakan Pramuka. Kwarda maupun Kwarcab Pramuka di Jawa Barat bahkan menempatkan Sako Pasundan sebagai salah satu andalan utama dalam berbagai ajang kepramukaan. (*)
Editor: Abdul Basir