Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : KDS Tegaskan Perusahaan Wajib Sediakan Lahan Retensi, Penanganan Banjir Tegalluar Dipercepat
Advertisement . Scroll to see content

Kasus PT BDS Memanas, Tokoh Kabupaten Bandung Minta Publik Tunggu Putusan Pengadilan

Jum'at, 09 Oktober 2026 | 17:00 WIB
  • author Susana
Kasus PT BDS Memanas, Tokoh Kabupaten Bandung Minta Publik Tunggu Putusan Pengadilan
Bupati Bandung Dadang Supriatna. Foto: Ist.

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Tokoh masyarakat Kabupaten Bandung, Tri R, meminta seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan dalam perkara PT Bandung Daya Sentosa (BDS) di Pengadilan Negeri Bandung. Dia mengimbau masyarakat agar tidak terpengaruh opini yang belum terbukti dan menunggu putusan pengadilan hingga berkekuatan hukum tetap atau inkracht.

Tri, yang akrab disapa Bos Tri, menyayangkan munculnya narasi yang mengaitkan perkara PT BDS dengan Bupati Bandung Dadang Supriatna. Menurutnya, perkara yang sedang diproses melalui jalur hukum sebaiknya tidak ditarik ke ranah politik sebelum ada putusan pengadilan.

Ia menegaskan, proses persidangan merupakan ruang untuk menguji bukti, mendengarkan keterangan para pihak, dan menentukan perkara berdasarkan hukum yang berlaku.

"Kami meminta masyarakat tidak tergiring opini yang menyesatkan. Kasus ini sedang berproses di pengadilan, biarkan hakim yang memutuskan. Kita tunggu prosesnya di pengadilan, biar semuanya terang berderang," ujar Tri kepada awak media, Kamis (8/10/2026).

Tri Soroti Dugaan Penggiringan Opini dalam Kasus PT BDS

Tri menilai, perdebatan mengenai kasus PT BDS berpotensi bergeser dari persoalan hukum dan bisnis menjadi polemik politik. Ia menduga sejumlah pihak, termasuk vendor PT BDS dan pihak-pihak yang disebutnya sebagai buzzer, berupaya mengaitkan perkara tersebut dengan kepemimpinan Bupati Bandung.

Menurut Tri, narasi yang berkembang di ruang publik perlu disikapi secara kritis agar masyarakat dapat membedakan fakta persidangan dari opini atau tudingan yang belum terbukti.

"Saya melihat mereka berteriak-teriak sekedar mau menjatuhkan nama baik Bupati Bandung secara politis. Ini permainan politik. Mereka bekerjasama dengan buzzer yang kalah di pilkada. Jadi ini tidak murni urusan bisnis, mereka geser ke politik. Sangat memalukan," ungkap Tri.

Editor: Rizal Fadillah

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut