Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Kemkomdigi di Istana Merdeka, AKKSI Jabar Ajak Kreator Konten Kawal Program Sekolah Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

5 Wilayah Pesisir Jabar Ini Masuk Daftar Rawan Dampak Tsunami Megathrust

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:20 WIB
  • author Aga Gustiana
5 Wilayah Pesisir Jabar Ini Masuk Daftar Rawan Dampak Tsunami Megathrust
Ilustrasi Gempa bumi diiringi tsunami. (Foto:Istimewa)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Masyarakat yang bermukim di sepanjang pesisir selatan Jawa Barat kini dituntut ekstra waspada. Bayang-bayang potensi tsunami dahsyat akibat guncangan gempa megathrust kian menjadi fokus perhatian serius pemerintah daerah. Dalam simulasi terburuk, gelombang laut raksasa diprediksi bisa menyapu daratan dalam durasi yang sangat singkat, yakni berkisar antara 10 hingga 18 menit saja setelah gempa terjadi.

Fakta tersebut terungkap dalam Dokumen Rencana Kontingensi BPBD Jawa Barat 2026. Setidaknya ada lima daerah yang dipetakan berada di garis depan risiko, meliputi Kabupaten Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.

Potensi bencana ini berakar dari dua titik pergerakan lempeng (megathrust), yaitu segmen Selat Sunda serta segmen Jawa Barat-Tengah. Mengacu pada kajian BMKG tahun 2025, guncangan di segmen Selat Sunda mengancam wilayah Sukabumi dan Cianjur secara signifikan. Sementara itu, aktivitas di segmen Jawa Barat-Tengah berisiko menghantam wilayah Garut, Tasikmalaya, dan Pangandaran.

Analis Kebencanaan Ahli Madya BPBD Provinsi Jawa Barat, Edy Heryadi, menyampaikan bahwa ancaman ini disikapi secara matang melalui penyusunan strategi mitigasi yang komprehensif.

"BPBD Jawa Barat serius untuk melihat potensi ancaman tsunami zona subduksi megathrust wilayah Jabar Selatan sehingga segera dibuatkan Rencana Kontingensi dan menjadi prioritas bencana yang harus dilakukan langkah-langkah mitigasinya," kata Edy, Sabtu (10/10/2026).

Peta Kerawanan Tembus 24 Ribu Hektare

Secara keseluruhan, wilayah yang terancam paparan gelombang tsunami di pesisir selatan Jabar mencapai 24.868 hektare. Mayoritas kawasan tersebut—yakni seluas 20.784 hektare—berada pada kategori bahaya tinggi, sedangkan 1.448 hektare masuk bahaya sedang, dan 2.636 hektare kategori rendah. Dari lima daerah yang dipetakan, Kabupaten Sukabumi mencatatkan area terdampak paling luas, mencapai 6.546 hektare.

Dalam pemodelan berbasis kajian BMKG 2025, skenario terburuk mengasumsikan terjadinya gempa bumi bermagnitudo 8,7 pada kedalaman dangkal sekitar 10 kilometer di kedua segmen tersebut.

Berdasarkan pemodelan tersebut, perkiraan tinggi gelombang dan estimasi waktu tiba air laut di beberapa titik meliputi:

  • Palabuhanratu (Kabupaten Sukabumi): Tsunami diperkirakan mencapai ketinggian puncak 15,9 meter dan menyapu pesisir depan PLTU Palabuhanratu dalam waktu 18 menit.

  • Kabupaten Cianjur: Gelombang setinggi 9 meter diproyeksikan menghempas kawasan Pantai Dudukuy, dengan waktu kedatangan air laut sekitar 12 menit di Pantai Sereg.

  • Pameungpeuk (Kabupaten Garut): Ketinggian gelombang maksimum diestimasi menyentuh 19 meter dengan jeda waktu tiba sekitar 10–15 menit.

  • Cipatujah & Ciandum (Kabupaten Tasikmalaya): Berpotensi diterjang gelombang tertinggi mencapai 23 meter dalam durasi kedatangan 15 menit.

  • Kabupaten Pangandaran: Pantai timur diprediksi mengalami hempasan gelombang setinggi 14 meter, dengan waktu tiba relatif lebih lama, yakni sekitar 42 menit.

BPBD menegaskan bahwa deretan angka ini merupakan pemodelan skenario ilmiah untuk kesiapsiagaan, bukan ramalan bahwa bencana akan melanda dalam waktu dekat.

Meski demikian, kondisi demografi dan keberadaan pemukiman padat membuat beberapa titik memerlukan perlakuan khusus. Edy menyoroti wilayah yang memiliki tingkat kerentanan paling kompleks saat proses evakuasi.

"Kalau dilihat dari asumsi dampak terhadap penduduk terpapar, rumah dan infrastruktur maka Kabupaten Pangandaran, Kabupaten Garut dan Kabupaten Sukabumi memiliki tingkat kerawanan dan tantangan evakuasi," ujarnya.

Pacuan Waktu dan Kerentanan Warga

Tantangan terbesar dalam merespons ancaman tsunami megathrust adalah sempitnya golden time atau jeda waktu untuk menyelamatkan diri. Menurut Edy, kecepatan respons warga harus diasah melalui edukasi terstruktur dan penyediaan fasilitas evakuasi yang memadai.

"Waktu tersebut memang cukup krusial untuk melakukan langkah-langkah evakuasi untuk menyelamatkan diri sehingga perlu dilakukan langkah-langkah edukasi kepada masyarakat, menyusun Tim Siaga Bencana kewilayahan, latihan dan simulasi secara rutin serta menetapkan tempat titik kumpul atau shelter-shelter yang terdekat dan aman," katanya.

Pemerintah Provinsi Jabar sendiri sebenarnya telah menggelar serangkaian uji coba evakuasi, seperti simulasi di Pantai Pangandaran pada 2023 yang menguji respons warga dalam rentang 10–15 menit setelah gempa. Langkah edukasi lapangan juga diperluas hingga kawasan Garut Selatan melalui ajang Ekspedisi Jabar Selatan pada 2024.

Walau berbagai program mitigasi rutin digulirkan, BPBD mengakui tingkat kesiapsiagaan masyarakat di lapangan belum sepenuhnya ideal untuk menghadapi skenario terburuk.

"Belum yakin semuanya dapat menyelamatkan diri mengingat masih terdapat kerentanan yang ada di masyarakat, baik itu dilihat dari kerentanan sosial, ekonomi, fisik dan lingkungan," kata Edy.

Ia menambahkan, upaya menekan risiko bencana tidak bisa mengandalkan pemerintah daerah semata. Sinergi lintas sektor—termasuk keterlibatan aktif warga, pelaku usaha pariwisata, hingga komunitas lokal—menjadi kunci utama.

"Untuk itu kerja sama seluruh pihak (pentahelix) dalam upaya bersama membangun kesadaran ini sangat penting dan tidak harus saling menunggu, inisiatif semua pihak sangat diperlukan," ujarnya.

Langkah penyusunan rencana kontingensi ini diharapkan menjadi pijakan kuat bagi seluruh pihak di Jawa Barat agar saat bencana tak terduga terjadi, jatuhnya korban jiwa dapat ditekan seminimal mungkin.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut