Bus Rusak hingga Koper Diduga Dijarah, Persib Desak Kasus Kekerasan di Batang Diusut Tuntas
Persib Desak Aparat Usut Kekerasan di Rest Area Batang
Manajemen Persib menegaskan bahwa kekerasan fisik, perusakan kendaraan, serta dugaan pengambilan barang milik orang lain tanpa hak bukanlah bagian dari rivalitas sepak bola.
Perbedaan dukungan terhadap klub tidak dapat dijadikan alasan untuk melakukan intimidasi, kekerasan, perusakan, ataupun tindakan yang merugikan pihak lain.
Karena itu, Persib mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden di Rest Area Batang tersebut. Proses penyelidikan diharapkan dapat mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat dan memastikan setiap orang yang terbukti bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai ketentuan hukum.
Manajemen juga berharap penegakan hukum berjalan secara profesional, objektif, transparan, dan menyeluruh agar fakta di balik kejadian tersebut dapat terungkap.
"Manajemen Persib mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas insiden tersebut, mengidentifikasi seluruh pihak yang terlibat, serta menindak tegas setiap pelaku yang terbukti bersalah sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," demikian sikap manajemen Persib dalam pernyataan resminya.
Laporkan Insiden ke PSSI dan I.League
Sebagai bentuk keseriusan dalam menindaklanjuti kejadian tersebut, manajemen Persib telah melaporkan insiden itu kepada PSSI selaku regulator sepak bola nasional dan I.League sebagai operator kompetisi.
Laporan tersebut disampaikan agar peristiwa yang menimpa rombongan Persib EPA U-18 mendapat perhatian serius dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta regulasi yang berlaku.
Manajemen Persib juga terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan keselamatan dan kondisi personel yang terdampak sekaligus mengawal proses penanganan insiden.
Keselamatan seluruh anggota rombongan, termasuk para pemain muda Persib EPA U-18, menjadi perhatian utama klub.
Insiden ini sekaligus menyoroti pentingnya perlindungan terhadap tim dan atlet muda yang melakukan perjalanan untuk menjalani kegiatan kompetisi. Keamanan mereka tidak boleh terancam oleh tindakan kekerasan yang mengatasnamakan rivalitas sepak bola.
Editor: Rizal Fadillah