Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jasad Mahasiswa Ditemukan Tergantung Tali Gegerkan Warga Cimahi
Advertisement . Scroll to see content

Gunakan Komputasi AI Lokal, Tiga Mahasiswa ITB Kembangkan Prototipe Solusi Industri

Rabu, 21 Oktober 2026 | 10:22 WIB
  • author Mulki Albar
Gunakan Komputasi AI Lokal, Tiga Mahasiswa ITB Kembangkan Prototipe Solusi Industri
Dorong Mahasiswa Jadi Inovator AI, ITB dan NVIDIA Gelar RTX AI PC Day. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – NVIDIA bersama Institut Teknologi Bandung (ITB) dan sejumlah mitra produsen desktop serta laptop menggelar RTX AI PC Day pada 20 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan memperkuat kesiapan mahasiswa menghadapi era kecerdasan buatan (AI), sekaligus mendorong mereka menjadi pencipta solusi teknologi, bukan sekadar pengguna.

Dalam kegiatan ini, NVIDIA berkolaborasi dengan ASUS, Acer, Axioo, Colorful, Gainward, GIGABYTE, Lenovo, MSI, dan Palit untuk memperkenalkan pemanfaatan AI PC dalam mendukung pembelajaran, penelitian, eksperimen, dan pengembangan inovasi di lingkungan kampus.

Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, mengatakan kolaborasi antara industri dan dunia pendidikan menjadi salah satu upaya mempercepat inovasi AI. Menurutnya, mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk bereksperimen dan mengembangkan keterampilan agar mampu menciptakan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“NVIDIA berperan sebagai katalisator yang menjembatani dunia industri dan pendidikan untuk mempercepat inovasi AI. Melalui dukungan teknologi dan akses terhadap komputasi AI, NVIDIA mendorong mahasiswa untuk bereksperimen, mengembangkan keterampilan, dan bertransformasi dari pengguna menjadi pencipta solusi AI,” ujar Adrian Lesmono.

Ia menegaskan, pemanfaatan AI tidak seharusnya menggantikan pemahaman keilmuan, tetapi menjadi teknologi pendukung untuk memperkuat kemampuan manusia dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

“Sebab, AI bukan jalan pintas yang menggantikan pemahaman keilmuan, melainkan teknologi yang memperkuat kemampuan manusia untuk menjawab tantangan nyata. Kami ingin mendorong lebih banyak mahasiswa menjadi AI builder yang mampu menghasilkan inovasi relevan bagi masyarakat dan industri,” katanya.

Melalui dukungan GeForce RTX 50 Series Laptop GPUs, mahasiswa dapat menjalankan berbagai perangkat lunak sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM), mengembangkan model AI, memproses data, menciptakan konten, hingga membangun aplikasi secara lebih efisien.

GPU GeForce RTX dilengkapi Tensor Cores yang dirancang untuk mempercepat berbagai beban kerja AI. Ekosistem RTX AI PC juga mendukung lebih dari 1.000 aplikasi dan game berbasis AI untuk kebutuhan produktivitas, pengembangan aplikasi, desain 3D, produksi video, siaran langsung, generative AI, hingga gaming.

Pemrosesan AI secara lokal turut mendukung responsivitas aplikasi sekaligus memungkinkan data tetap berada di perangkat pengguna.

GeForce Campus Leaders Dorong Mahasiswa Kembangkan Inovasi AI

Sebagai bagian dari upaya pengembangan talenta AI di lingkungan kampus, NVIDIA menghadirkan program GeForce Campus Leaders di ITB. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk mengembangkan proyek berbasis akselerasi AI dan komputasi GPU guna menjawab berbagai tantangan nyata, mulai dari bidang kesehatan dan ilmu komputer hingga pertanian dan pengembangan produk digital.

Dalam pelaksanaannya, NVIDIA bekerja sama dengan ASUS. Mahasiswa terpilih mendapatkan akses terhadap laptop ASUS ROG yang ditenagai NVIDIA GeForce RTX 50 Series Laptop GPU untuk mendukung riset, eksperimen, dan pengembangan proyek.

Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan penguasaan AI perlu dibangun melalui pengalaman langsung dalam bereksperimen dan menciptakan solusi.

“ASUS percaya bahwa penguasaan AI perlu dibangun melalui pengalaman langsung dalam bereksperimen dan menciptakan solusi. Melalui dukungan ROG Strix G16 berperforma tinggi yang dilengkapi dengan ROG Intelligent Cooling system untuk semua workload AI yang berat, kami berharap semakin banyak talenta muda Indonesia, khususnya lewat GeForce Campus Leaders di ITB, mampu mengembangkan inovasi berbasis AI dan menjadi inventor yang siap membentuk masa depan,” ujar Lenny.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari ITB. Deputy Head of Dissemination & Communication Pusat AI ITB, Edward Ferdian, menilai kolaborasi antara perguruan tinggi dan industri dapat membuka ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan pengetahuan teoritis menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan nyata.

“Edukasi AI perlu mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menjadi pengguna, tetapi juga mampu berperan sebagai builder dan inovator dalam pengembangan solusi AI. Kolaborasi ITB dan NVIDIA melalui RTX AI PC Day memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi teknologi, bereksperimen, dan mengembangkan ide inovatif untuk menjawab berbagai tantangan nyata,” kata Edward.

Tiga Mahasiswa ITB Kembangkan Prototipe AI

Kolaborasi tersebut turut ditunjukkan melalui tiga proyek mahasiswa ITB yang memanfaatkan AI untuk menjawab persoalan di sektor industri, yakni pemantauan risiko ergonomi pekerja, pengelolaan rantai dingin logistik, serta deteksi kontaminan dalam proses daur ulang kertas.

Ketiga proyek dikembangkan menggunakan laptop ASUS ROG Strix G16 dengan NVIDIA GeForce RTX 5070 Laptop GPU untuk mendukung eksperimen, pelatihan model AI, dan pengembangan prototipe.

Mahasiswa Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI) ITB, Izhar Alif Akbar, mengembangkan REBA.ai, sistem computer vision yang memanfaatkan rekaman CCTV di lingkungan pabrik untuk membantu memantau risiko ergonomi pekerja secara berkelanjutan.

Sistem ini dirancang untuk menilai postur pekerja berdasarkan standar Rapid Entire Body Assessment (REBA), dengan supervisor manusia tetap memegang peran sebagai pengambil keputusan akhir. Akselerasi GPU membantu mempercepat proses pelatihan model dan eksperimen machine learning sehingga pengembangan sistem dapat dilakukan lebih efisien.

Sementara itu, Tsabita Khoirunnisa mengembangkan **ColdTrack AI**, sistem pemantauan rantai dingin prediktif untuk sektor logistik Indonesia. Sistem ini memanfaatkan data telemetri truk berpendingin untuk memperkirakan perubahan suhu muatan, mengidentifikasi potensi gangguan, dan menghitung estimasi waktu sebelum suhu melampaui batas aman.

Informasi tersebut digunakan untuk menghasilkan indeks risiko kargo, menentukan status keamanan muatan, serta memberikan rekomendasi tindakan berdasarkan tingkat risiko. Dukungan GPU membantu mempercepat pelatihan model deep learning dan mendukung eksperimen berulang selama proses pengembangan.

Proyek ketiga, RecycledFiberAI, dikembangkan Muhammad Taufiq Al Fikri. Prototipe computer vision ini dirancang untuk mendeteksi dan memetakan kontaminan, seperti plastik dan logam, dalam aliran material kertas daur ulang secara real-time.

Dengan memanfaatkan akselerasi GPU NVIDIA, sistem tersebut ditujukan untuk membantu mengidentifikasi kontaminan secara lebih efektif dan mendukung proses daur ulang yang lebih bersih.

Ketiga proyek itu memperlihatkan pemanfaatan AI untuk berbagai kebutuhan, mulai dari keselamatan dan kesehatan kerja, efisiensi operasional logistik, hingga pengelolaan limbah. Dukungan komputasi GPU membantu mahasiswa mengeksplorasi lebih banyak pendekatan dan membawa gagasan dari tahap riset menuju prototipe yang berpotensi dikembangkan lebih lanjut.

GeForce RTX 50 Series untuk Kebutuhan Akademik dan Kreatif

Selain mendukung pengembangan AI dan perangkat lunak STEM, GeForce RTX 50 Series Laptop GPUs dapat dimanfaatkan mahasiswa untuk berbagai kebutuhan akademik dan kreatif.

Perangkat tersebut mendukung proses fine-tuning model AI, penggunaan aplikasi generative AI, desain 3D, rendering, hingga penyuntingan video dengan efek berbasis AI. NVIDIA Broadcast juga menyediakan fitur untuk meningkatkan kualitas komunikasi, sedangkan NVIDIA DLSS mendukung pengalaman gaming melalui teknologi peningkatan grafis berbasis AI.

Melalui ekosistem tersebut, NVIDIA mendorong mahasiswa memanfaatkan AI PC bukan hanya untuk produktivitas dan hiburan, tetapi juga sebagai sarana belajar, bereksperimen, menciptakan karya, serta mengembangkan solusi baru.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut