FITKes Unjani Ambil Sumpah 621 Lulusan, D-3 TLM Catat Kelulusan Uji Kompetensi 100 Persen
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id – Sebanyak 621 lulusan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kesehatan (FITKes) Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) mengikuti Sidang Senat Terbuka dalam Rangka Angkat Sumpah Lulusan Tahun Akademik 2025/2026 di Hotel Grand Sunshine, Soreang, Kamis (22/10/2026).
Para lulusan tersebut berasal dari enam program pendidikan, yakni Profesi Ners, Profesi Bidan, D-3 Keperawatan, D-3 Kebidanan, D-3 Teknologi Laboratorium Medis (TLM), dan D-4 TLM.
Dekan FITKes Unjani, Dr. Arina Novilla, S.Pd., M.Si., mengatakan angkat sumpah bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan bentuk komitmen para lulusan untuk menjaga integritas, mematuhi etika, menghormati martabat manusia, serta bekerja sesuai kompetensi dan standar profesi.
“Kelulusan adalah pencapaian, sumpah adalah komitmen, dan pengabdian adalah pembuktian,” demikian pesan Arina dalam sambutannya.
Dari total 621 lulusan, sebanyak 163 orang berasal dari Program Profesi Ners, 120 orang dari Profesi Bidan, 120 orang dari D-3 Keperawatan, 57 orang dari D-3 Kebidanan, 61 orang dari D-3 TLM, dan 100 orang dari D-4 TLM.
Dalam kesempatan tersebut, Arina juga memaparkan capaian uji kompetensi nasional FITKes Unjani sepanjang 2025. Sejumlah program mencatat tingkat kelulusan hingga 100 persen.
Program Profesi Bidan mencatat tingkat kelulusan 98 persen, sedangkan D-3 Kebidanan mencapai 97 persen. Adapun D-3 Keperawatan mencatat kelulusan 100 persen pada gelombang pertama dan 97,5 persen pada gelombang ketiga.
Sementara itu, tingkat kelulusan D-3 TLM mencapai 100 persen, D-4 TLM sebesar 99 persen, dan Program Profesi Ners sebesar 96,4 persen.
Menurut Arina, capaian tersebut menjadi salah satu indikator kesiapan lulusan dalam menghadapi tuntutan profesi. Meski demikian, tenaga kesehatan tetap harus membuktikan kompetensi melalui praktik yang mengutamakan keselamatan pasien, ketepatan pengambilan keputusan, serta kepatuhan terhadap etika.
Ia juga mengingatkan para lulusan agar terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan.
Tenaga keperawatan dituntut memberikan asuhan yang aman dan bermutu. Bidan berperan mendampingi perempuan, ibu, bayi, dan keluarga, sedangkan tenaga teknologi laboratorium medis bertanggung jawab memastikan hasil pemeriksaan akurat dan dapat diandalkan.
Ketiga bidang tersebut memiliki peran yang saling berkaitan dalam mendukung pelayanan kesehatan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
Sidang senat terbuka itu turut dihadiri Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo, S.IP., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas, fakultas, serta sivitas akademika FITKes Unjani.
Setelah prosesi angkat sumpah, para lulusan diingatkan untuk mengurus Surat Tanda Registrasi (STR) sesuai ketentuan yang berlaku sebagai bagian dari pemenuhan persyaratan registrasi tenaga kesehatan.
FITKes Unjani juga menyerahkan para lulusan kepada organisasi profesi terkait, yakni Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki).
Penyerahan tersebut diharapkan dapat memperkuat pembinaan profesi setelah pendidikan, termasuk peningkatan kompetensi, penerapan kode etik, dan pengembangan profesional berkelanjutan.
Editor: Rizal Fadillah