Program Pengmas Internasional Unjani, Bekali Literasi Digital Anak-anak PMI di Malaysia
CIMAHI,iNews BandungRaya.id - Universitas Jenderal Achmad Yani (Unjani) menggelar edukasi literasi digital bagi anak-anak Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Kegiatan yang diselenggarakan belum lama ini, merupakan bagian dari Program Pekan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Internasional Unjani.
Pusat kegiatan ditempatkan di Sanggar Bimbingan (SB) At-Tanzil Serdang yang lokasinya sebagai pusat administrasi dari jaringan 15 SB At-Tanzil Malaysia yang tersebar di berbagai wilayah Malaysia.
Serta merupakan institusi yang jadi fasilitas pendidikan bagi anak-anak pekerja migran Indonesia di Malaysia.
"Kegiatan ini bagian dari visi besar kami dalam memperluas jangkauan Tridarma Perguruan Tinggi ke kancah internasional,” kata Rektor Unjani, Prof. Dr. Agus Subagyo dalam keterangannya, Selasa (14/7/2026).
Agus mengatakan, kehadiran Unjani di Malaysia bukan sekadar kunjungan formalitas, melainkan wujud tanggung jawab moral dari universitas.
Ini menjadi komitmen dalam menghadirkan dampak nyata bagi bangsa, bahkan hingga ke luar batas negara.
Pada pelaksanaannya, program ini dilakukan oleh tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unjani. Kegiatan melibatkan kolaborasi aktif dari dosen lintas program studi serta tenaga kependidikan.
Ia mengakui, keberhasilan kegiatan tidak lepas dari sinergi kokoh yang dibangun antara Unjani, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur, dan Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL).
Kolaborasi ini menjadi bukti nyata dari komitmen kerja sama yang telah dirajut erat selama satu tahun terakhir demi mendukung pendidikan serta pemberdayaan masyarakat Indonesia di Malaysia.
Agus berharap kegiatan Pengmas sebagai salah satu kontribusi Unjani dalam dunia pendidikan dan dapat bermanfaat bagi putra-putri PMI yang ada di Malaysia.
“Hal ini sebagai bagian dari mengoptimalkan keunggulan Unjani yang harapannya dapat selaras tidak hanya pada sisi akademik dan risetnya saja, tetapi juga pada sisi pengabdian kepada masyarakat,” ucapnya.
Lewat program literasi digital ini, lanjut Agus, anak-anak PMI dibekali pemahaman mendalam tentang cara memanfaatkan teknologi digital secara bijak, aman dan produktif.
Dikemas dengan metode yang interaktif dan menyenangkan, kegiatan dirancang agar anak-anak tidak hanya menjadi pengguna teknologi pasif.
Melainkan mampu menguasai keterampilan digital (digital skills) yang krusial demi menyongsong masa depan mereka di era transformasi global.
"Bijak untuk memahami etika internet dan menyaring informasi. Aman melindungi diri dari bahaya siber di dunia maya. Serta produktif dalam memanfaatkan perangkat digital untuk mendukung proses belajar mengajar," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana