Kebakaran Lahan Bambu Terjadi di Bandung Barat, Api Merembet Cepat Sulitkan Petugas Damkar
BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Kebakaran lahan kebun bambu terjadi di Kampung Cigugur, RT 05/13, Desa Cigugur Girang, Parongpong, Bandung Barat.
Video kebakaran ini tersebar luas di media sosial dan memperlihatkan percikan api memanjang seperti seutas tali yang menyala di tengah pekatnya suasana malam hari di lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi yang dihimpun kebakaran tersebut terjadi menjelang petang pada Rabu (21/10/2026). Peristiwa itu menyita perhatian warga sekitar mengingat lokasinya yang tidak jauh dari kawasan pemukiman.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Siti Aminah Anshoriah mengatakan, kebakaran diterima petugas pada pukul 16.55 WIB.
"Kebakaran terjadi di lahan kosong atau hutan bambu di Cigugur Girang. Upaya prioritas petugas adalah mencegah api meluas ke sisa lahan yang belum terbakar," ucapnya, Kamis (22/10/2026).
Sebanyak satu unit mobil pemadam berkapasitas 1.000 liter beserta personel Regu 01 Parongpong langsung dikerahkan ke lokasi. Setibanya di lokasi, anggota melakukan pemadaman awal pada area lahan bambu yang terbakar untuk mencegah perambatan api semakin meluas.
"Petugas berupaya memadamkan api dan mengantisipasi api merembet ke material tanaman bambu yang mudah terbakar," ucapnya.
Menurutnya, kecepatan respons ini menjadi sangat krusial mengingat material bambu yang terbakar dapat dengan cepat memicu perambatan api ke area yang lebih luas, terutama jika didukung angin kencang.
Tantangan yang dihadapi petugasnya adalah lahan yang terbakar berupa kebun bambu yang luas, di mana api tersembunyi di antara rumpun bambu sehingga proses pemadaman membutuhkan waktu dan ketelitian ekstra.
Berdasarkan hasil pendataan di lokasi, sebut Siti, kebun bambu yang terbakar merupakan aset milik Royal City View dengan total luas lahan mencapai sekitar lima hektare. Dari keseluruhan area tersebut, sekitar dua hektare di antaranya telah dilalap api.
"Kebakaran sempat berkembang dengan cepat sebelum sepenuhnya dapat dikendalikan petugas," sambungnya.
Proses pemadaman memakan waktu lebih lama dari perkiraan. Dari pukul 17.10 WIB hingga tengah malam lebih sedikit, tepatnya pukul 00.45 WIB dini hari petugas terus bekerja memadamkan titik api yang tersembunyi.
Sekaligus melakukan pendinginan menyeluruh untuk memastikan tidak ada sisa bara yang dapat memicu kebakaran kembali.
"Api berhasil padam dan tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini," pungkasnya. (*)
Editor: Rizki Maulana