Jawab Tantangan Abad Kedua Perjuangan, Persis Matangkan Sistem Kaderisasi Ulama
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Upaya memperkokoh tradisi keilmuan Islam sekaligus menyiapkan barisan ulama penerus terus dimatangkan oleh Pimpinan Pusat Persatuan Islam (PP Persis). Melalui sinergi antara Dewan Hisbah dan Badan Pendidikan dan Pelatihan Kader (Badiklat Kader), agenda pelatihan bertajuk Daurah Ushul Fiqih resmi digelar di Gedung Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP), Lembang, pada 22–24 Oktober 2026.
Langkah strategis ini dirancang untuk mencetak kader-kader ahli fiqih yang sigap merespons berbagai dinamika serta kompleksitas persoalan masyarakat modern, dengan tetap berlandaskan pada tuntunan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Luruskan Anggapan dan Pentingnya Ijtihad Sustains
Dalam pembukaannya, Ketua Dewan Hisbah PP Persis, KH. Zae Nandang, menepis stereotip yang menyebut organisasi ini kurang menghargai kedudukan para ulama terdahulu hanya karena memprioritaskan penetapan hukum langsung dari sumber utama syariat. Ia menegaskan, Persis justru sangat menaruh hormat atas warisan intelektual yang telah ditinggalkan para cendekiawan Muslim.
“Jasa besar para ulama sangat kita hargai. Kita berterima kasih kepada para ulama karena ilmu yang mereka wariskan menjadi perangkat bagi kita untuk mencapai tujuan,” ujarnya.
Menurut KH. Zae Nandang, keberadaan tokoh-tokoh yang menguasai perangkat ijtihad merupakan kebutuhan mutlak yang tak boleh terputus sepanjang zaman. Perkembangan persoalan hukum di tengah masyarakat menuntut hadirnya ketetapan agama yang sahih dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
“Kita sangat membutuhkan kader-kader mujtahid sepanjang masa. Persoalan terus bermunculan dan harus ada jawaban untuk menenteramkan umat. Jawaban yang menenteramkan itu adalah jawaban yang bersumber dari Allah,” kata Zae Nandang.
Editor: Agung Bakti Sarasa