Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Golkar Jabar Peringati HUT ke-62 dengan Ziarah dan Tekankan Kerja Nyata
Advertisement . Scroll to see content

Bikin Hangat Saat Bandung Dingin, Ini 6 Kedai Wedang Ronde Legendaris yang Selalu Diburu!

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 13:57 WIB
  • author Aga Gustiana
Bikin Hangat Saat Bandung Dingin, Ini 6 Kedai Wedang Ronde Legendaris yang Selalu Diburu!
Wedang Ronde Bandung. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Hawa dingin yang menusuk usai hujan melanda Bandung memang paling pas diredam dengan kuliner penghangat tubuh. Di antara banyaknya pilihan kudapan malam, wedang ronde selalu berhasil menduduki posisi teratas sebagai sajian pembalut jiwa yang menenangkan. Perpaduan adonan ketan kenyal berpadu renyahnya kacang, tenggelam dalam kuah jahe yang pedas-manis, menghadirkan kenikmatan sederhana yang tiada tanding.

Menariknya, hidangan ini menyimpan sejarah panjang perpaduan budaya. Sugiri Kustedja dalam literaturnya 'Jejak Komunitas Tionghoa dan Perkembangan Kota Bandung' (2012) mencatat bahwa wedang ronde berakar dari tradisi tang yuan. Makanan berbentuk bulat tersebut merupakan simbol keharmonisan dan keutuhan keluarga dalam budaya Tionghoa, yang kemudian berkembang menjadi jajanan merakyat di Nusantara. Istilah 'ronde' sendiri melekat kuat karena bentuknya yang bundar melambangkan kebersamaan.

Bagi penikmat kuliner malam atau wisatawan yang tengah melintas di Bandung, berikut 6 destinasi penikmat wedang ronde terbaik—dari resep legendaris lintas generasi hingga kreasi modern yang ramah anak muda.

1. Ronde Jahe Gardujati: Cita Rasa Autentik 1986 dengan Isian Durian

Berdiri sejak 1986, kedai di kawasan Andir ini merupakan salah satu penguasa kuliner malam Kota Bandung. Hal paling mencolok dari Ronde Jahe Gardujati adalah keberanian mereka menghadirkan varian ronde berisi daging durian asli. Inovasi ini menjadi angin segar bagi pemburu kuliner yang ingin merasakan sensasi ronde berbeda di luar isian kacang tanah klasik.

2. Ronde Alkateri: Legenda Pelopor Sejak 1984

Bicara ronde di Kota Bandung tak akan lengkap tanpa menyebut Ronde Alkateri. Berawal dari resep rumahan yang dirintis oleh Ibu Wuat pada 1984, kedai ini tersohor dengan karakter kuah jahenya yang pekat dan menusuk hangat di tenggorokan. Pengunjung bisa menyesuaikan pesanan: memilih ronde besar berisi kacang tanah renyah atau ronde kecil polos yang kenyal, lengkap dengan opsi gula merah cair maupun gula putih.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut