Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Gandeng Kemkomdigi di Istana Merdeka, AKKSI Jabar Ajak Kreator Konten Kawal Program Sekolah Rakyat
Advertisement . Scroll to see content

Resmi Dilantik di Gedung Merdeka, PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis dan Kritis Pemerintah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:36 WIB
  • author Aga Gustiana
Resmi Dilantik di Gedung Merdeka, PA GMNI Jabar Siap Jadi Mitra Strategis dan Kritis Pemerintah
Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Jawa Barat periode 2026-2031 resmi dilantik. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Suasana di ruang bersejarah Gedung Merdeka, Kota Bandung, kembali bergetar oleh semangat kebangsaan pada Sabtu (24/10/2026). Di tempat bersejarah tersebut, jajaran Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPD PA GMNI) Jawa Barat untuk masa bakti 2026–2031 resmi dilantik secara khidmat.

Momen pengukuhan kepengurusan baru ini menjadi titik pijak penting bagi para alumni untuk mempertegas komitmennya dalam mengawal arah kebijakan pembangunan Jawa Barat yang berbasis pada keberpihakan rakyat kecil dan akar budaya lokal.

Dedi Mulyadi: Marhaenisme Harus Wujud Nyata Proteksi Tradisi dan Lingkungan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang hadir langsung dalam acara tersebut menegaskan bahwa gagasan besar Marhaenisme maupun sosialisme Indonesia tak boleh sekadar berhenti di tataran wacana. Penerapannya harus dirasakan langsung oleh masyarakat adat dan tercermin dari kelestarian lingkungan hidup.

"Kalau kita bicara tentang Marhaenisme dan sosialisme, ya harus berpihak pada tradisionalisme. Kemurnian bangsa ini ada pada masyarakat adat dan tradisi. Lindungi tradisinya agar tidak habis ruang gerak hidupnya, wilayah hutannya harus terjaga, dan sumber mata airnya harus tersedia," ujar Dedi Mulyadi usai menghadiri pelantikan di Gedung Merdeka, Bandung.

Selain penataan ruang hidup dan alam, Dedi memaparkan agenda prioritas Pemprov Jabar dalam memberikan jaminan sosial mendasar, seperti kemudahan akses berobat cukup berbekal KTP serta pembebasan biaya pendidikan hingga jenjang SMK. Langkah proteksi ini bakal diperluas secara masif mulai tahun 2027.

"Tahun 2027 ada 5,4 juta kepala keluarga yang akan kita lindungi kesehatannya, hari tuanya, kecelakaan kerjanya, dan santunan kematiannya. Ini bagian dari strategi negara tentang sosialisme. Pendidikan gratis juga sebuah kesadaran, tugas negara untuk memenuhinya," tegasnya.

Siap Jadi Mitra Strategis sekaligus Kritis Pemerintah Daerah

Menanggapi pandangan tersebut, Ketua DPD PA GMNI Jawa Barat terpilih, Ineu Purwadewi Sundari, menyatakan bahwa konsolidasi wadah alumni di wilayah Jabar telah rampung. Pihaknya siap mengambil peran sebagai mitra pemerintah yang konstruktif namun tetap kritis. Potensi alumni yang tersebar di berbagai sektor akan dioptimalkan demi merumuskan solusi atas beragam persoalan publik.

"Kami sepakat menjadi mitra strategis dan kritis terhadap pemerintah daerah. Alumni GMNI di Jawa Barat multi-profesi dan multi-keberagaman, sehingga kami menyatukan itu menjadi ide gagasan yang berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat Jawa Barat," ungkap Ineu.

Ia menekankan bahwa fokus masukan dan dialog PA GMNI nantinya akan menitikberatkan pada isu-isu krusial seperti pemerataan fasilitas kesehatan, keterjangkauan pendidikan, hingga penanganan resiko bencana lingkungan. Dipilihnya Gedung Merdeka pun memiliki makna simbolis yang mendalam bagi arah pergerakan organisasi.

"Di Gedung Merdekalah lahir pemikiran bangsa oleh Bung Karno dan negara-negara Asia-Afrika dalam menciptakan kedaulatan. Kami berharap ini menjadi penguatan komitmen alumni GMNI untuk Jawa Barat," tambah Ineu.

Menghadapi Tantangan Era Digital dan Polarisasi Informasi

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris DPD PA GMNI Jawa Barat, Adiyana Slamet, menggarisbawahi adanya keselarasan visi atau "satu tarikan nafas" antara gagasan pemikiran Gubernur dengan prinsip dasar Marhaenisme, terutama dalam memelihara ruang hidup warga Sunda serta merespons era gempuran teknologi.

"Gubernur Jawa Barat dan PA GMNI satu tarikan nafas dengan cita-cita Marhaenisme. Pertama berkaitan dengan ruang hidup masyarakat Sunda yang terbangun dalam ruang adat. Kedua, ancaman era geocybernetics berupa filter bubble, echo chamber yang erat kaitannya dengan algoritma yang bisa membunuh proses berpikir masyarakat, dan mendekonstruksi nilai nilai Marhaensime" jelas Adiyana.

Guna membendung dampak buruk arus informasi digital yang berpotensi memicu polarisasi politik dan memecah belah warga, Adiyana mendorong penguatan literasi digital berbasis kearifan lokal.

"Pondasinya adalah literasi, serta bagaimana agama dan adab menjadi pegangan nilai hidup masyarakat Sunda untuk mewujudkan harmoni dengan alam, Tuhan, dan sesama manusia," pungkasnya.

Pelantikan serentak pengurus PA GMNI se-Jawa Barat ini diharapkan menjadi momentum berharga untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah demi mewujudkan pembangunan Jabar yang adil, mandiri secara ekonomi, ramah lingkungan, serta teguh menjaga identitas budayanya.

Editor: Agung Bakti Sarasa

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut