get app
inews
Aa Text
Read Next : Perebutan Kursi Panas Partai Beringin di KBB! Bersaing Ketat atau Terjadi Aklamasi?

Ketua Harian GMNI Jabar Ingin Wujudkan Kolaborasi Nasionalis dan Religius di Pilkada KBB

Senin, 03 Agustus 2026 | 08:58 WIB
header img
Ketua Harian Persatuan Alumni GMNI Jawa Barat, Pamriadi saat menghadiri Musda V Partai Golkar Bandung Barat. Foto/Inews Bandung Raya

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Ketua Harian Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Jawa Barat Pamriadi hadir di Musda Golkar.

Kehadirannya di kegiatan Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Golkar Kabupaten Bandung Barat (KBB) sebagai bagian dari komunikasi politik yang sedang dibangun untuk menyongsong Pilkada 2029.

Pada acara Musda V Partai Golkar KBB yang digelar di Hotel Mason Pine Padalarang, kader PDI Perjuangan KBB ini bahkan mengenakan baju kuning yang merupakan simbol dari warna Partai Golkar.

"Kehadiran saya di Musda ini adalah bentuk rasa hormat yang tinggi terhadap Partai Golkar. Apalagi sebagai tokoh Bandung Barat dan juga kader PDIP Bandung Barat harus bekerja sama dengan siapa pun," kata Pamriadi kepada wartawan saat ditemui di lokasi, Minggu (2/8/2026).

Pamriadi mengaku sudah diperintahkan oleh Ketua DPC PDIP KBB untuk maju sebagai bakal calon bupati pada Pilkada 2029. Oleh karena itu perlu penjajagan dengan berbagai partai dalam membangun koalisi bersama nantinya.

Mengingat PDIP di DPRD KBB hanya memiliki lima kursi sehingga tidak bisa maju sendiri dalam mengusung pasangan. Itulah perlunya koalisi dengan partai lain, sehingga komunikasi politik sudah harus intena dilakukam dari sekarang.

Dirinya pun, secara terbuka mengakui sangat tertarik untuk membangun koalisi besar seperti dengan Partai Golkar dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Bandung Barat.

"Semoga bangunan koalisi itu ke depan bisa diwujudkan," harapnya.

Ia menilai komunikasi politik sejak dini perlu dilakukan agar tercipta kesamaan visi dalam membangun KBB. Jadi meski tahapan Pilkada lama, komunikasi politik antarelit partai harus mulai dibangun melalui berbagai momentum kegiatan kepartaian.

Adapun pada Pilkada KBB sebelumnya dirinya gagal maju sebagai calon bupati bukan karena minimnya dukungan masyarakat. Melainkan karena belum memperoleh surat rekomendasi dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDIP.

Namun diyakininya jika kondisi tersebut kini telah berubah. Pamriadi mengaku telah mendapatkan dukungan penuh dari internal partai untuk dipersiapkan menghadapi Pilkada Kabupaten Bandung Barat 2029.

"Kemarin saya gagal jadi calon bupati, karena partai belum memberikan restu untuk maju," tandasnya.

Menurutnya, jika PDIP ingin menang dan berkuasa lagi di Pilkada KBB maka semua kader harus bekerja keras. Kalau nanti dipercaya mendapatkan rekomendasi dari pusat untuk maju sebagai bakal calon bupati, maka itu adalah kepercayaan.

"Kalau direkomendasikan untuk maju ya harua menang, jangan, kalah," tegas Pamriadi. 

Lebih lanjut, dirinya juga berhadap bisa membangun kekuatan politik yang menggabungkan unsur nasionalis dan religius. Kolaborasi PDIP dengan Golkar dan PKB itu bisa menjadi gambaran tersebut, dan akan menjadi modal penting dalam membangun Bandung Barat ke depan.

"Saya ingin merangkul Golkar, dan juga merangkul Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang berbasis Nahdlatul Ulama (NU) dalam mengongsong Pilkada 2029," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut