Kena Imbas Aturan Karbon Global, Perusahaan di ASEAN Terancam Terdepak Tanpa ESG?
BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Peta persaingan dunia usaha di kawasan Asia Tenggara mengalami pergeseran fundamental. Parameter sukses yang selama ini bertumpu pada efisiensi biaya, mutu barang, serta penetapan harga murah tak lagi cukup. Pelaku industri kini dipaksa beradaptasi dengan tolok ukur anyar yang menitikberatkan pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG).
Perubahan lanskap bisnis ini terdorong oleh makin ketatnya regulasi perdagangan internasional, seperti mekanisme penyesuaian batas karbon (Carbon Border Adjustment Mechanism/CBAM), serta adopsi sistem keuangan berkelanjutan di lingkup ASEAN.
Langkah pengintegrasian prinsip keberlanjutan tersebut dipandang sebagai kunci utama menjaga daya tahan korporasi di tengah pusaran persaingan global.
Hadir sebagai pembicara dalam gelaran Young Engineers Festival (YEF) 2026—rangkaian dari agenda 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 2026)—Co-Founder sekaligus CIO Olahkarsa Group, Reynaldi Oktino, menegaskan pentingnya perubahan mindset di tubuh perusahaan.
Ia menekankan bahwa ESG seyogianya ditanamkan di jantung strategi korporasi, bukan sekadar menggugurkan kewajiban kepatuhan aturan.
“Integrasi ESG kini menjadi bagian penting dari daya saing bisnis di kawasan ASEAN. Perusahaan perlu melihat ESG bukan sekadar sebagai pemenuhan regulasi, tetapi sebagai bagian dari strategi bisnis untuk menghadapi perubahan standar perdagangan global, ekspektasi pasar, serta tuntutan investor,” ujar Reynaldi.
Reynaldi menambahkan, keberanian menyuntikkan elemen lingkungan dan sosial dalam tiap pengambilan keputusan strategis bakal membentengi perusahaan dengan daya saing yang kokoh serta berjangka panjang.
Dalam pemaparannya yang bertajuk “Embedding ESG into Business Strategy: Building Sustainable and Competitive ASEAN Enterprises”, Reynaldi berbicara di hadapan ratusan praktisi teknik dari berbagai negara Asia Tenggara di Pullman Bandung International Convention Center, 20-22 Oktober 2026.
Forum teknik tingkat regional tersebut mengupas aneka isu krusial, mulai dari penguatan infrastruktur cerdas, adaptasi krisis iklim, percepatan energi terbarukan, hingga modernisasi digital di bidang keinsinyuran.
Partisipasi aktif Olahkarsa Group dalam helatan ini diharapkan mampu menyulut sinergi lintas generasi antara para insinyur dan calon pemimpin ASEAN, demi mempercepat terwujudnya ekosistem ekonomi hijau yang tangguh di rantai pasok global.
Editor: Agung Bakti Sarasa