Ketika pindah ke Indonesia, harus terhenti karena fokus pendidikan desain produk di Institut Teknologi Nasional Bandung dan di sanalah keduanya bertemu.
Selain dari pendidikan formal, pengetahuan tentang keramik juga Suwi dapatkan dari Dikdik, salah satu pengrajin keramik di Kiaracondong, Bandung. Ia juga belajar dari beberapa artikel keramik dan diskusi bersama rekan-rekannya.
Proses pembuatannya bersifat eksplorasi, jadi lebih banyak mengolah bentuk per pose. Tahapannya mulai dari teknik, membentuk, barulah menyesuaikan ketepatannya sebagai produk apa.
Namun, keramik di sini tidak diciptakan untuk diarahkan fungsinya, yang berarti produknya itu dibiarkan agar mencari fungsinya sendiri.
“Karena, biasanya produk yang lucu hanya jadi pajangan saja, walaupun dibuat dengan bentuk gelas misalnya, bahkan bisa jadi digunakan sebagai tempat pensil," ujarnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait