Propam Polrestabes Bandung Gercep Amankan Polantas yang Diduga Peras Mahasiswa Rp550.000

Agus Warsudi
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP Wahyu Pristha Utama memberikan keterangan terkait kasus dugaan pemerasan oleh polantas. (FOTO: AGUS WARSUDI)

"Padahal kalian pasti tau ratusan motor lewat jalur itu (jalur cepat). Tapi kenapa cuma aku dan dia yang diberhentikan? Waktu itu jam 07.50, sedangkan UTS ku jam 08.00. Bener-bener mepet. Tapi polisi itu langsung ambil kunci motorku dan bilang "Ayo ikut dulu ke pos." tulis mahasiswa itu lagi. Aku tanya "Mau ngapain pak?" Dia cuma bilang mau difoto dulu. Aku udah kelihatan panik karena takut telat aku tanya di sini aja pak kalo mau tilang sok aja kata aku teh. Tapi dia tetep maksa kita masuk pos. Di dalam pos, aku jelasin jujur bahwa SIM aku memang belum jadi masih proses di Polres Cimahi. Aku kasih KTP, kasih STNK, semuanya. Tiba-tiba dia buka buku. Dia tunjukin pasal-pasal. Katanya denda tidak punya SIM 250 ribu. Aku liat itu dan aku juga panik. Waktu UTS makin mepet. Kepala rasanya muter."

"Aku cuma takut banget telat waktu itu. Akhirnya aku bilang, ya sudah pak, saya bayar. Biar cepat. Dan aku beneran transfer Rp550 ribu dong ke rekening BRI yang dia sebut tanpa mikir panjang mana lagi tanpa surat tilang, tanpa bukti Tanpa apa pun. Hanya KTP, STNK, dan kunci yang dibalikin. Di pas sorenya balik sumpah dada aku langsung drop. Aku cuma diem. 550 ribu itu bukan uang kecil buat aku. Itu uang jatah makan aku dua minggu. Uang bensin, uang jajan, uang hidup. Dan semua hilang gitu aja. Aku bukan mau nyalahin semua polisi. Banyak kok polisi baik di luar sana. Tapi aku cuma bingung kalau memang aku salah, ya tilang aja, tahan STNK, kasih surat, biar aku bayar di Samsat. Tapi kok yang ini beda banget? Jadi aku nanya ke kalian. Menurut kalian ini pungli? Atau aku yang salah? Karena sampai sekarang, aku mikir terus makan cuman seadanya juga sekarang Dan jujur, hati aku kayak jatuh banget." 



Editor : Agus Warsudi

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network