Sehingga, kata Kasatlantas, petugas masih menunggu keterangan dari mahasiswa dan akun yang pertama kali memviralkan untuk dikonfrontasi keterangannya. "Kami akan konfrontasi untuk mengungkap kebenarannya (peristiwa dugaan pemerasan) seperti apa," ucapnya.
Ditanya tentang hasil pemeriksaan Seksi Propram Polrestabes Bandung terhadap polantas tersebut? AKBP Wahyu menegaskan, untuk sementara, anggota polantas itu tidak mengakui melakukan pemerasan terhadap mahasiswa.
"Tidak ada transfer apa pun di Briva sesuai ETLE tidak ada yang masuk di sana," tegas Kasatlantas.
Dugaan pemerasan itu viral di media sosial (medsos) Instagram. Dalam unggahan itu tertulis narasi "Viral! Mahasiswa ditilang polisi di Bandung, dipaksa bayar Rp550 rribu tanpa surat resmi: ini pungli atau aku yang salah?". Dalam unggahan itu juga tampak foto seorang polantas dari samping kiri.
Si mahasiswa yang diduga diperas menggunakan akun @Salwannd. Di dalam unggahannya, korban membeberkan kronologi peristiwa.
"Guys, aku mau cerita dan aku bener-bener pengen nanya ke kalian semua. Bener nggak sih yang aku alami ini? Atau aku yang salah?" Kemarin itu (Rabu 26/11/2025), aku berangkat dari Cimahi. Seperti biasa, PP (pulang-pergi) ke kampus UM Bandung lewat Jalan Soekarno-Hatta. Aku dan kebetulan banget aku lagi masa UTS. Jadi, pagi itu aku benar-benar lagi buru-buru. Pas aku setelah lewat lampu merah Cibiru (Lampu merah Samsat) yang deket Uninus itu kalian pasti tau ya, jalan satu arah yang ada dua jalur. Biasanya aku ambil jalur kanan (jalur cepat), karena ya motor lain juga banyak yang lewat situ. Aku pikir itu biasa aman. Tapi tiba-tiba, pas di dekat tempat putar balik arah, aku diberhentikan sama satu polisi. Cuma satu orang. Dan posisinya itu deket banget sama Pos Polsek Rancasari. Dia berhentiin aku dan satu cowok lagi kayaknya mahasiswa juga. Kita cuma berdua yang diberhentiin," tulis mahasiswa itu.
Mahasiswa diduga diperas oleh polantas di Jalan Soekarno-Hatta, viral di medsos. (FOTO: ISTIMEWA)
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
