Ia memandang langkah proaktif Pertamina sebagai bentuk antisipasi yang tepat menghadapi potensi cuaca ekstrem maupun hambatan distribusi lainnya. Dalam momentum libur Natal dan Tahun Baru, kelancaran distribusi energi menjadi faktor utama yang menentukan aman atau tidaknya aktivitas masyarakat.
“Pertamina menjadi pemain kunci kelancaran perayaan Nataru. Satgas yang bekerja lebih cepat dari tahun sebelumnya diharapkan mampu memetakan potensi gangguan distribusi dan memastikan BBM tetap tersedia meski situasi memburuk,” katanya.
Gunawan menilai percepatan pembentukan Satgas Nataru tahun ini menjadi indikator perubahan positif kinerja Pertamina. Menurutnya, masyarakat kini lebih tenang karena pasokan BBM selama musim libur maupun bencana dapat terjaga.
“Ini bisa menjadi indikator positif perubahan kinerja Pertamina. Kehadiran satgas lebih cepat mampu mengurangi kecemasan masyarakat terhadap kemungkinan sulitnya mendapatkan BBM saat cuaca buruk atau kondisi darurat,” tambahnya.
Ia juga menggarisbawahi pentingnya layanan 24 jam yang disiapkan Pertamina di seluruh titik strategis. Layanan tersebut dinilai sangat vital sebagai jaminan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat.
“Layanan 24 jam sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Kepastian layanan tanpa henti menunjukkan bahwa Pertamina hadir setiap waktu selama perayaan Nataru,” pungkasnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
