Seperti diketahui, meningkatnya akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital dalam beberapa tahun terakhir menuntut peningkatan literasi yang lebih komprehensif.
Meski Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 mencatat tingkat literasi keuangan Indonesia meningkat menjadi 65,4%, angka ini masih tertinggal dari tingkat inklusi keuangan yang sudah mencapai 80,55%.
Kesenjangan tersebut menunjukkan masyarakat semakin cepat mengakses layanan keuangan, namun belum sepenuhnya memahami cara mengelola risiko dan menjaga keamanan data pribadi.
Ketua Umum Ikatan Alumni SBM ITB, Novrizal Pratama mengatakan kesenjangan literasi dan inklusi keuangan tersebut merupakan tantangan besar bagi generasi muda yang sedang memasuki kehidupan profesional dan mulai mengelola pendapatan serta pengeluarannya sendiri.
Oleh karena itu, keterlibatan universitas, alumni dan pelaku industri sangat penting untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman praktis yang relevan dengan dinamika ekonomi digital saat ini.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
