Dedi mengatakan relokasi juga akan dibarengi dengan penataan sungai, termasuk pelebaran alur agar banjir tidak lagi menenggelamkan rumah warga yang sebelumnya berdiri di bantaran.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan sejumlah embung sebagai langkah jangka panjang mengendalikan debit air.
“Sungainya nanti diperlebar. Kalau air meluap tidak pusing lagi karena sudah tidak ada warga di bantaran. Dan nanti dibuatkan embung-embung sebagai solusi jangka panjang,” tutur Dedi.
Terkait jumlah warga yang akan direlokasi, Dedi menyebut angka awal mencapai 292 kepala keluarga di kawasan yang ia kunjungi.
Namun totalnya dipastikan akan jauh lebih banyak, karena seluruh permukiman yang berada di bantaran sungai masuk rencana relokasi.
“Ini 292, terus di tempat lain ada RW 9 belum. Pokoknya seluruh wilayah yang ada di bantaran sungai akan kita relokasi. Kalau ada 1.000, ya 1.000 kita relokasi. Ada 2.000, 2.000 kita relokasi,” tegasnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
