Keputusan mempertahankan Federico Barba sejalan dengan kontribusinya di atas lapangan. Sejak didatangkan dari FC Como, pemain berusia 32 tahun itu langsung menjelma menjadi sosok sentral di lini belakang. Pengalaman panjangnya bermain di sepak bola Eropa membuat Barba tampil tenang, disiplin, dan matang dalam membaca permainan.
Hingga pekan ke-16 BRI Super League 2025/2026, performa Barba terbilang konsisten. Ia menjadi salah satu faktor utama yang membuat Persib mampu bertahan di papan atas klasemen. Perannya bukan hanya sebagai bek, tetapi juga sebagai pemimpin yang mengatur organisasi pertahanan tim.
Musim ini, Persib tidak sekadar berburu gelar. Maung Bandung mengusung ambisi besar untuk mencetak sejarah dengan meraih gelar juara liga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Dalam misi tersebut, kestabilan lini belakang menjadi fondasi penting, dan Federico Barba berada di pusat peran tersebut.
Kontribusinya juga terasa di level internasional. Persib berhasil melangkah hingga babak 16 besar AFC Champions League II, sebuah pencapaian yang cukup membanggakan. Barba menjadi bagian penting dari perjalanan tersebut, terutama saat menghadapi laga-laga dengan tekanan tinggi.
Pada babak gugur nanti, Persib dijadwalkan menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi, pada Februari mendatang. Pertandingan itu diprediksi berjalan ketat, dan pengalaman Barba di kompetisi Eropa diharapkan mampu membantu Persib menghadapi tantangan tersebut.
Dengan kepastian bertahannya Federico Barba, Persib kini dapat menatap paruh kedua musim dengan lebih tenang. Fokus tim tidak lagi terganggu isu transfer, melainkan sepenuhnya tertuju pada persiapan pertandingan dan konsistensi performa.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
