Rahmad Pribadi Pastikan Pupuk Indonesia Jadi Tulang Punggung Swasembada Pangan

Aga Gustiana
Dirut PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi. (Foto: Ist)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Direktur Utama PT Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menegaskan komitmennya untuk mengawal program swasembada pangan nasional yang menjadi prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto. Melalui penguatan inovasi, efisiensi, serta kolaborasi lintas sektor pertanian, Rahmad optimistis Indonesia mampu berdiri mandiri dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Rahmad Pribadi usai PT Pupuk Indonesia menerima penghargaan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Prabowo pada 7 Januari 2026. Penghargaan itu menjadi bentuk pengakuan atas kontribusi nyata perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi dan distribusi pupuk nasional.

PT Pupuk Indonesia bersama Rahmad Pribadi tercatat sebagai salah satu penerima penghargaan bergengsi tersebut dalam rangkaian acara Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Nasional yang digelar di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Apresiasi diserahkan langsung oleh Presiden Prabowo kepada para pihak yang dinilai berperan besar dalam percepatan swasembada pangan.

Rahmad Pribadi menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan sektor pertanian, mulai dari petani, pemerintah daerah, hingga jajaran internal Pupuk Indonesia. Menurutnya, keberhasilan mencapai swasembada pangan lebih cepat dari target tidak terlepas dari konsistensi menjaga rantai pasok pupuk di seluruh wilayah Indonesia.

Ia juga memberikan penghargaan khusus kepada seluruh insan Pupuk Indonesia atas kerja kolektif yang telah dilakukan selama ini.

“Ini penghargaan tertinggi yang diberikan Presiden atas kinerja kita semua, atas kerja sama, atas teamwork, atas kerja keras seluruh insan Pupuk Indonesia. Sekali lagi, saya ucapkan terima kasih dan selamat kepada seluruh Insan Pupuk Indonesia yang telah bekerjasama, bahu membahu, kerja keras mewujudkan swasembada pangan,” ujar Rahmad Pribadi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo Subianto menekankan bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan dalam waktu singkat merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen bangsa. Ia mengapresiasi kontribusi komunitas pertanian yang telah membantu Indonesia memperkuat ketahanan pangan nasional.

Presiden juga menegaskan bahwa capaian tersebut tidak boleh berhenti. Pemerintah, kata Prabowo, akan terus mendorong penurunan harga sarana produksi pertanian agar semakin terjangkau oleh masyarakat.

“Kita sudah turunkan harga pupuk, kalau bisa kita turunkan lagi harga pupuk. Prestasi yang ingin saya capai saat menjadi Presiden harga-harga turun, harga pangan turun, harga pupuk turun, harga benih turun, harga untuk rakyat-rakyat kita turun, terjangkau. Kita buktikan setiap tahun akan swasembada. Tidak hanya swasembada beras, tapi juga jagung, singkong, kita semuanya swasembada nanti,” ujar Prabowo.

Presiden Prabowo juga memastikan pemerintah akan terus hadir melalui kebijakan penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani.

Menanggapi hal tersebut, Rahmad Pribadi menyampaikan apresiasi atas langkah Presiden Prabowo dalam menyederhanakan regulasi pupuk yang selama ini dinilai kompleks. Ia menyebut kebijakan tersebut menjadi titik balik dalam upaya efisiensi industri pupuk nasional.

“Saya mewakili Pupuk Indonesia berterima kasih atas kepemimpinan Bapak Presiden Prabowo Subianto, aturan pupuk disederhanakan. Ada 145 aturan dihapus menjadi satu, yaitu Perpres Nomor 6 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyaluran Pupuk Bersubsidi. Kemudian keluar Perpres 113/2025 sebagai perubahannya yang intinya memberikan ruang kepada Pupuk Indonesia untuk melakukan efisiensi, sehingga harga pupuk bisa turun 20 persen,” ujar Rahmad.

Rahmad Pribadi juga menyoroti transformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang kini lebih berpihak kepada petani. Melalui sistem iPubers, petani terdaftar dapat menebus pupuk bersubsidi hanya dengan menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP) di kios resmi.

Skema ini telah diterapkan secara luas hingga ke daerah-daerah terpencil, sehingga akses petani terhadap pupuk semakin mudah dan merata. Rahmad berharap inovasi tersebut membawa dampak nyata bagi kesejahteraan petani dan ketahanan pangan nasional.

Sementara itu, Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa ketersediaan pupuk menjadi faktor krusial dalam keberhasilan swasembada pangan. Ia sejalan dengan Presiden Prabowo dalam memberikan apresiasi terhadap kinerja Pupuk Indonesia, khususnya dalam distribusi pupuk bersubsidi ke seluruh penjuru Tanah Air.

Andi Amran mengungkapkan bahwa harga pupuk saat ini telah mengalami penurunan hingga 20 persen dibandingkan periode sebelumnya. Selain itu, ia juga mengapresiasi langkah Pupuk Indonesia yang membangun tujuh pabrik baru tanpa membebani anggaran pemerintah, dengan lima di antaranya direncanakan beroperasi pada tahun 2029.

Editor : Agung Bakti Sarasa

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network