Puluhan wisatawan tampak antusias menyaksikan aksi mereka, mulai dari berenang di danau, bermain ayunan di tengah air, hingga menebar ikan koi premium.
“Air di sini sangat jernih dan minim bakteri. Inilah alasan saya menitipkan ikan koi berkualitas tinggi,” ujar Bos Koi.
Irfan Hakim menambahkan, “Menjaga Situ Cipanten berarti menjaga sumber kehidupan sekaligus membuka potensi ekonomi kreatif bagi warga Majalengka. Wisata bukan hanya soal hiburan, tapi juga pendidikan dan kesejahteraan.”
Kini, Desa Gunungkuning bukan hanya titik di peta, tapi ikon inspirasi nasional tentang kemandirian desa, pengelolaan wisata, dan inovasi ekonomi lokal.
Situ Cipanten telah menjadi simbol bagaimana alam, kreativitas, dan kepemimpinan bisa bersatu untuk kesejahteraan bersama.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
