Target pengunjung pun meningkat signifikan. Pada 2025, Situ Cipanten berhasil menarik sekitar 175 ribu wisatawan. Tahun ini, Rudi menargetkan 300 ribu pengunjung.
“Dengan kehadiran ikan koi, wisatawan bisa memberi makan ikan sambil menikmati suasana sejuk dan nyaman. InsyaAllah, kunjungan akan meningkat lagi,” jelasnya.
Situ Cipanten: Air Jernih yang Menjadi Senyum Warga
Lebih dari sekadar objek wisata, Situ Cipanten memiliki tujuh sumber mata air yang menjadi urat nadi kehidupan warga. Melalui kepemimpinan Rudi, air ini tidak hanya dikomersilkan tetapi dimanfaatkan langsung oleh masyarakat.
720 warga kini menikmati layanan air bersih gratis, hanya membayar biaya pemeliharaan Rp 4.500 per bulan, sehingga mereka bisa hidup sehat dengan biaya sangat terjangkau.
Desa Gunungkuning: Transformasi dan Inovasi
Inovasi Rudi Yudistira tidak berhenti di Situ Cipanten. Ia mendorong warga untuk mengembangkan hortikultura unggulan, menjadikan desa ini pusat pembibitan nasional. Di setiap halaman rumah, bibit tanaman hasil stek dan grafting tumbuh subur, membuktikan bahwa potensi lokal bisa bersinar di tingkat nasional.
Kerja keras Rudi juga membawa pengakuan resmi. Desa Gunungkuning berhasil meraih:
- Peringkat Kedua Lomba Desa Wisata Nusantara (LDWN) 2024 kategori Maju Mandiri.
- BUMDes Terbaik Nasional 2025 dari BPKP Jawa Barat dua tahun berturut-turut.
“Kisah Desa Gunungkuning adalah bukti bahwa seorang pemimpin yang memahami rakyatnya mampu mengubah air menjadi kesejahteraan dan tanah menjadi harapan,” tutup Rudi.
Kehadiran Bos Koi dan Irfan Hakim Bawa Kehebohan
Keunikan Situ Cipanten semakin nyata ketika Irfan Hakim, presenter dan pecinta fauna, bersama Hartono Soekwanto alias Bos Koi, hadir langsung di Situ Cipanten.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
