BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sekolah Catur Utut Adianto (SCUA) FIDE Rated 3 Chess Tournament resmi digelar di Kota Bandung, Rabu (14/1/2026). Kejuaraan catur yang diselenggarakan PB Percasi ini berlangsung hingga 18 Januari 2026.
Ketua Umum PB Percasi, Utut Adianto, mengatakan turnamen ini memiliki tujuan utama untuk memperbanyak jumlah pecatur Indonesia yang memiliki elo rating internasional yang diakui Federasi Catur Dunia (FIDE).
“Tahun lalu banyak melibatkan pecatur luar negeri. Tahun ini fokusnya memang lebih ke dalam negeri, karena tujuannya supaya makin banyak orang Indonesia yang punya elo rating. Elo rating itu adalah ukuran kekuatan pecatur dan diakui secara internasional,” ujar Utut, saat ditemui di sela-sela turnamen di Hotel Mewangi, Kota Bandung.
Menurutnya, turnamen ini menjadi kesempatan penting bagi pecatur usia dini hingga junior untuk mendapatkan elo rating pertama mereka.
“Dengan ini anak-anak yang masih kecil bisa punya elo rating. Kalau ada pemain luar negeri yang datang, ya silakan saja. Tapi intinya pembinaan dalam negeri,” katanya.
Utut juga menilai ajang ini sebagai sarana uji kemampuan antara pecatur senior dengan generasi muda. Turnamen ini juga diikuti pecatur-pecatur senior.
“Pertanyaannya, apakah yang kecil-kecil ini sudah mampu? Nah, itu sambil diuji di sini,” ujarnya.
Terkait potensi atlet muda Indonesia menuju Grandmaster, Utut mengakui Indonesia memiliki potensi besar, namun tantangan utamanya adalah menjaga konsistensi pembinaan.
“Potensi Indonesia itu hebat. Tapi mengubah potensi jadi prestasi itu pekerjaan sulit. Titik rawannya ketika mereka harus kuliah, lalu ketika harus bekerja. Banyak yang berhenti karena harus memilih,” ujarnya.
Meski demikian, Utut menegaskan bahwa PB Percasi akan terus membuka jalan bagi pecatur muda untuk berkembang dan menentukan masa depan mereka melalui catur.
“Dalam hidup enggak ada yang bisa menjamin. Yang penting dijalani dengan baik,” pungkasnya. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
