2. Raja Sunda – Transisi Sempurna Setelah Perjalanan
Berada dekat pintu tol Pasteur, Raja Sunda menawarkan area lesehan luas bagi pengunjung yang ingin menenangkan diri setelah perjalanan jauh. Menu unggulannya, Gurame Terbang dan Sambal Dadak, menghadirkan perpaduan rasa pedas dan gurih yang memuaskan lidah.
3. Alas Daun – Kembali ke Akar Tradisi Sunda
Di Alas Daun, pengunjung menggunakan daun pisang sebagai alas makan dan tangan sebagai alat makan. Menu seperti Ayam Bumbu Hejo dan Tumis Bunga Pepaya menghadirkan rasa autentik masakan rumah Sunda, sekaligus menghadirkan pengalaman makan yang lebih intim dan menyenangkan.
4. Nasi Liwet Asep Stroberi – Aroma Menggoda Sejak Dulu
Tempat ini terkenal dengan nasi liwet yang dimasak dalam panci besi, beraroma pete dan teri medan. Disajikan bersama ayam goreng kampung dan sambal dadak yang pedas, membuat pengunjung sering menambah porsi kedua karena kelezatannya.
5. Sindang Reret – Lesehan di Atas Kolam Ikan Mas
Keunikan Sindang Reret adalah saung lesehan di atas kolam ikan mas, memberikan efek relaksasi yang jarang ditemukan di tempat lain. Menu unggulan Gurame Bakar Cobek menyerap bumbu hingga ke serat terdalam, memadukan rasa manis, gurih, dan pedas yang seimbang.
Bandung membuktikan bahwa kuliner lesehan Sunda bukan sekadar makanan, tetapi pengalaman budaya dan emosional yang patut dicoba.
Bagi wisatawan maupun warga lokal, 2026 menjadi waktu tepat untuk mengeksplorasi sensasi makan yang mendekatkan diri pada tradisi, alam, dan kebersamaan.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
