“Di daerah pun sama. Minggu depan kita akan MoU untuk menggabungkan seluruh BUMD di Jawa Barat menjadi satu BUMD besar di luar bank bjb,” jelas KDM.
Dengan skema tersebut, struktur BUMD Jawa Barat akan disederhanakan menjadi dua entitas utama, yakni bank bjb dan satu holding BUMD gabungan.
“Supaya tidak berantakan seperti sekarang. Walaupun beberapa BUMD merugi karena pengelolaan yang kurang baik, asetnya nilainya hampir Rp 4 triliun. Itu bisa menjadi nilai strategis kalau dikelola secara benar,” tegasnya.
Nagara Institute Soroti Transparansi BPI Danantara
Sementara itu, Ketua Pelaksana Nagara Institute sekaligus Founder AFU, Dr. Akbar Faizal, S.H., M.Si., menyebut pembentukan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menimbulkan banyak pertanyaan publik yang perlu dijawab secara transparan.
“Forum ini dirancang untuk memberikan kejelasan terkait lima aspek ekonomi krusial yang menyelimuti BPI Danantara,” ujar Akbar.
Kelima aspek tersebut meliputi:
Kepastian sumber pendanaan, selain aset BUMN,
Penetapan tujuan dan prioritas investasi agar tidak berbenturan dengan kepentingan ekonomi daerah,
Manajemen portofolio investasi yang terukur,
Mekanisme manajemen risiko yang ketat,
Komitmen terhadap akuntabilitas dan transparansi publik.
“Konsep Danantara sebagai super holding yang menggabungkan holding operasional dan holding investasi diharapkan mampu meningkatkan daya saing BUMN di tingkat global,” paparnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
