Longsor Pasirlangu: Pencarian 73 Korban Hilang Terus Digencarkan di Lereng Curam

Binti Mufarida
Upaya kemanusiaan di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, semakin intensif seiring dengan pengerahan Tim SAR Gabungan dari berbagai lembaga. Foto: Ist

BANDUNG BARAT, iNewsBandungraya.id – Upaya kemanusiaan di lokasi longsor Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, semakin intensif seiring dengan pengerahan Tim SAR Gabungan dari berbagai lembaga.

Hingga Senin (26/1/2026), fokus utama petugas adalah mencari 73 warga yang dilaporkan masih hilang tertimbun material tanah. Sementara itu, data terbaru hingga Minggu malam mencatat jumlah korban meninggal dunia telah mencapai 17 orang.

Bencana yang memicu status tanggap darurat ini bermula dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Cisarua sejak akhir pekan lalu. Akibat curah hujan yang sangat tinggi, tanah di lereng curam Kampung Pasirkuning menjadi jenuh air dan kehilangan kestabilannya, hingga akhirnya longsor menerjang pemukiman warga pada Sabtu dini hari.

Tercatat sebanyak 30 unit rumah mengalami kerusakan parah, yang berdampak pada 34 kepala keluarga atau sekitar 113 jiwa di zona merah tersebut.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, menegaskan bahwa Kementerian Sosial telah bergerak cepat menyalurkan bantuan logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

Berbagai bantuan seperti tenda serbaguna, kasur, selimut, hingga ratusan paket makanan siap saji dan kebutuhan anak-anak telah dikirimkan melalui Gudang Dinas Sosial Jawa Barat. Langkah ini diambil guna memastikan ratusan warga yang kini bertahan di aula Kantor Desa Pasirlangu mendapatkan fasilitas yang layak selama masa darurat.

Di sisi lain, pemenuhan konsumsi bagi pengungsi dan petugas di lapangan juga menjadi prioritas. Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat bersama relawan Tagana telah mengoperasikan dapur umum lapangan di SDN 1 Pasirlangu.

Dapur ini bekerja nonstop untuk memproduksi sekitar 4.500 paket makanan setiap harinya demi menjamin kebutuhan makan tiga kali sehari bagi seluruh terdampak dan tim SAR yang bekerja di lokasi.

Status Tanggap Darurat Bencana sendiri telah resmi ditetapkan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung Barat hingga 6 Februari 2026 mendatang. Dengan payung hukum ini, sinergi antara Basarnas, TNI-Polri, BPBD, dan kementerian terkait terus diperkuat guna memaksimalkan operasi pencarian dan pertolongan di medan yang cukup sulit tersebut.

Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network