BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), rencananya bakal direlokasi.
Sejauh ini warga yang rumahnya hancur diterjang material longsoran sebanyak 34 keluarga masih mengungsi sementara di Kantor Desa Pasirlangu.
"Ada tiga opsi lokasi yang telah disiapkan untuk relokasi warga korban longsor Pasirlangu," kata Ketua Komisi III DPRD KBB, Pither Tjuandys saat bersama sejumlah dinas terkait melakukan pengawasan ke Desa Pasirlangu, Senin (2/2/2026).
Ia menyebutkan ada tiga lokasi telah dicadangkan sebagai opsi relokasi tersebut. Di antaranya di Tugu Mukti, tanah Desa Pasirlangu, dan masih di sekitar Pasirlangu tidak jauh dari lokasi warga tinggal.
Kepastian lahan tersebut masih dalam pembahasan antara Bupati, Sekda, dan Kepala Desa. Rencananya akan disiapkan sekitar 50 unit rumah untuk proses relokasi tersebut.
Dirinya mengusulkan agar lokasi relokasi masih berada di Desa Pasirlangu.
Sebab jika terlalu jauh kasihan ke warga, karena tidak menutup kemungkinan mereka masih memiliki lahan garapan yang tidak terdampak longsor.
"Harapannya relokasi tetap berada di wilayah Desa Pasirlangu guna mempertahankan iklim budaya yang sudah mereka kenal, meskipun mungkin berada di RW yang berbeda," ucap politisi Partai Demokrat KBB ini.
Mengenai penyebaran bantuan, pihaknya menegaskan bahwa meskipun perhatian utama difokuskan pada Pasirlangu yang memiliki korban jiwa terbanyak.
Desa-desa lain yang terkena dampak bencana di wilayah KBB seperti Lembang juga harus mendapatkan perhatian yang sama.
Pihaknya telah memanggil BPBD KBB untuk memastikan bantuan tersebar merata, termasuk mengevaluasi distribusi bantuan yang berlebihan di satu tempat agar bisa dialirkan ke lokasi lain yang membutuhkan.
Selain perencanaan relokasi dan distribusi bantuan, pihaknya juga bakal melakukan evaluasi menyeluruh terkait penyebab terjadinya musibah.
Menurutnya, pengawasan juga bakal dilakukan terhadap penggunaan bantuan dana yang telah terkumpul, baik dari pemerintah maupun masyarakat.
"Transparansi sangat penting karena bantuan tersebut merupakan hasil ikhlas dari orang banyak yang ingin meringankan beban korban," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
