Pastikan Pasokan Listrik PLN Siapkan Genset 770 VA di Lokasi Pengungsian Korban Longsor Pasirlangu

Adi Haryanto
Petugas PLN mengerahkan genset berkekuatan 770 volt-amphere (VA) di lokasi pengungsian warga terdampak longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Foto/Istimewa

BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Perusahaan Listrik Negara (PLN) menerjunkan petugas ke wilayah longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.

"Kami menjamin pasokan listrik yang digunakan untuk pengungsi dan dapur umum di wilayah Cisarua agar tetap stabil dan aman," kata Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Cimahi Aryta Wulandari di lokasi, Selasa (27/1/2026).

Menurutnya untuk mendukung penanganan bencana longsor di Desa Pasirlangu, pihaknya sudah mengerahkan genset berkekuatan 770 volt-amphere (VA) di lokasi pengungsian.

Hal itu dilakukan untuk memastikan pasokan listrik tetap terjaga meski penggunaan di lokasi pengungsian dan sekitarnya dipastikan mengalami peningkatan.

Pihaknya memastikan kelistrikan di tempat pengungsian dengan melakukan perkuatan pasokan dengan genset 7700 VA sebagai cadangan, sementara pasokan utama tetap dari jaringan PLN.

Ada juga dapur umum milik Dinsos yang memerlukan pasokan listrik untuk penerangan dan peralatan khusus seperti freezer pendingin daging mentah.

"Pasokan listrik untuk semua itu dipastikan aman dan stabil," sambungnya.

Asisten Manager Jaringan PLN UP3 Cimahi Firman Herdani menambahkan sudah melakukan investigasi di lokasi kejadian bencana longsor di Desa Pasirlangu dan sekitarnya.

Fokus awal mendata aset yang terdampak yang bisa mempengaruhi pasokan listrik ke wilayah tersebut. Ada tiang listrik tegangan rendah yang terdampak yang memasok listrik ke daerah titik bencana longsor.

Namun tidak berdampak terhadap pasokan listrik ke wilayah Cisarua secara keseluruhan.

"Setelah dicek, ternyata kategorinya masih minor karena jaringan tegangan menengah dan gardu distribusi relatif masih aman, karena lokasinya terpasangnya tidak berada di area bencana," ucapnya.

Kemudian PLN juga sudah mendata rumah warga yang menjadi pelanggan. Hasilnya ada 36 kepala keluarga (KK) atau rumah yang terdampak. Namun dari 36 KK itu, dilakukan pencocokan dengan ID pelanggan.

Hasilnya hanya 26 yang menjadi pelanggan, karena sisanya menyalur kabel dari rumah warga lainnya.

"26 ID pelanggan yang terdampak merupakan kategori pelanggan rata tanah. Artinya, tidak ada proses recovery karena rumah dan bangunannya sudah hilang," pungkasnya. (*)

Editor : Rizki Maulana

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network