"Persiapannya sudah begitu banyak, tiba-tiba ada orang lain masuk. Jadi apa ya, apa bisa dibilang 'maling' gitu ya? Saya yakin kalau ini tidak diselesaikan dan Muswil gagal, maka gagal juga PPP," tegas Kiai Asep.
Kiai Asep meminta semua pihak menggunakan logika dalam berorganisasi. Menurutnya, tidak mungkin persiapan matang yang dilakukan berbulan-bulan bisa digantikan begitu saja dalam waktu singkat.
“Jadi kalau menurut saya ini sebuah rekayasa, bagaimana kami ini berkumpul, para kiai, para ulama PPP Jawa Barat dan juga beberapa pengurus wilayah, sebetulnya tidak memasalahkan apa dan siapa yang penting PPP ini selamat,” inbuhnya.
Klarifikasi Status Uu Ruzhanul Ulum dan Miftahul Huda
Secara spesifik, Kiai Asep memberikan pernyataan tegas terkait posisi Uu Ruzhanul Ulum. Ia meminta agar Uu tidak lagi membawa-bawa nama besar Pesantren Miftahul Huda Manonjaya dalam manuver politiknya di internal PPP.
"Kalau urusan Miftahul Huda, itu urusan saya. Saya Pimpinan Umumnya. Jadi Uu ini tidak menggambarkan Miftahul Huda, ini harus dicatat," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Miftahul Huda dan organisasi alumni HAMIDA memiliki sistem tersendiri yang tetap setia kepada PPP, namun komandonya berada di tangan Pimpinan Umum, bukan pihak lain.
Editor : Rizal Fadillah
