Menurut Bernardus, sehari-hari YBS tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun, sementara ibu dan saudara-saudaranya berada di kampung sebelah. Pada pagi hari kejadian, warga sempat melihat korban duduk di depan rumah meski ia seharusnya berangkat ke sekolah.
Ibu korban, MGT (47), menceritakan bahwa putranya diantar tukang ojek menuju pondok neneknya sekitar pukul 06.00 Wita. Sebelum berpisah, ia sempat menasihati YBS agar tetap rajin bersekolah sambil menjelaskan kondisi ekonomi keluarga yang terbatas.
Kasus ini kini menjadi perhatian warga setempat dan pihak berwenang, yang masih melakukan pendalaman terkait dugaan bunuh diri korban.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
