“Dari berbagai daerah bahkan ada juga yang datang dari luar Jawa. Semuanya sudah kita bina, ditampung sementara lalu dikembalikan ke daerah asal masing-masing,” ujarnya.
Menurutnya, patroli penertiban akan dilakukan secara berkelanjutan selama Ramadan. Pemkot ingin memastikan ruang-ruang publik di Kota Bandung tidak disalahgunakan atau ‘diokupasi’ menjadi ruang pribadi oleh pihak-pihak tertentu.
“Operasi akan terus berjalan. Bagaimanapun juga kami harus memastikan ruang publik tetap tertib, aman dan nyaman untuk masyarakat,” tegasnya.
Terkait arus pendatang ke Kota Bandung, Farhan mengaku Pemkot tidak bisa sepenuhnya memantau sejak awal kedatangan. Namun, ketika sudah berada di wilayah Bandung, para pendatang yang terjaring razia akan mendapatkan pembinaan terlebih dahulu.
“Kita bina dulu, masuk ke rumah penampungan, setelah itu baru kita fasilitasi untuk kembali ke kampung halaman masing-masing. Itu akan terus kita lakukan,” jelasnya. (*)
Editor : Abdul Basir
Artikel Terkait
