BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - DPW Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Jawa Barat mulai memanaskan mesin politik lebih awal menjelang Pemilu 2029. Tak sekadar konsolidasi rutin, partai berlambang Ka’bah itu secara terbuka membidik lonjakan signifikan kursi DPRD Jawa Barat.
Ketua DPW PPP Jabar, Uu Ruzhanul Ulum, menegaskan agenda yang kini berjalan merupakan tindak lanjut arahan DPP, termasuk sosialisasi hasil Mukernas dan penataan tahapan menuju 2029.
“Semua sudah disiapkan. Jadwal muscab sudah ditentukan, koordinator wilayah sudah ada. Kami ingin sebelum KPU membuka tahapan pendaftaran, seluruh struktur sudah siap,” tegas Uu, Minggu (15/2/2026).
Target 12 Kursi DPRD Jabar, Dua Kali Lipat dari Raihan Saat Ini
Saat ini PPP hanya memiliki enam kursi di DPRD Jawa Barat. Namun pada Pemilu 2029 mendatang, Uu menargetkan minimal 12 kursi atau dua kali lipat dari perolehan sekarang.
“Sekarang enam kursi. Kami targetkan minimal 12 kursi pada pemilu mendatang,” ujarnya optimistis.
Menurutnya, ada tiga faktor utama yang membuat PPP percaya diri Jawa Barat bisa kembali menjadi lumbung suara:
Rekam jejak elektoral – PPP pernah meraih 11 kursi DPRD Jabar, kemudian 9 kursi, sebelum kini bertahan di 6 kursi.
Faktor geografis – Infrastruktur dan akses wilayah di Jawa Barat dinilai mendukung efektivitas konsolidasi dan kampanye.
Faktor sosiologis – Karakter masyarakat Jawa Barat yang religius dan kuat dengan kultur Sunda dinilai sejalan dengan platform PPP sebagai partai Islam.
“Kami pernah di atas. Artinya, secara historis basis itu ada,” kata Uu.
Benahi Struktur dari DPC hingga Anak Ranting
Untuk mewujudkan target tersebut, PPP Jabar mulai membenahi struktur internal dari tingkat bawah. Seluruh DPC diminta menyerahkan kembali kepengurusan PAC sesuai instruksi sebelumnya dan bersiap menggelar musyawarah cabang di 27 kabupaten/kota yang dibagi dalam lima zona, dimulai 20 Syawal.
Uu menekankan pentingnya penguatan struktur sebelum berbicara target besar. Rekrutmen caleg ke depan akan diperketat dan berbasis kebutuhan masyarakat.
“Kami tidak ingin asal comot calon anggota dewan. Struktur harus kuat dulu, baru bicara target besar,” tegasnya.
Pengkaderan Berbasis Fungsi dan Profesionalisme
Selain struktur, kaderisasi menjadi fokus utama. Uu mengakui selama ini proses pengkaderan kerap berhenti pada penanaman ideologi, sementara pemahaman teknis kepengurusan belum maksimal.
Ke depan, seluruh pengurus mulai dari DPW hingga DPC akan mengikuti pendidikan keorganisasian berbasis fungsi. Setiap bidang, seperti OKK, bendahara, hingga bidang pemenangan, akan mendapat pembekalan spesifik dari pemateri kompeten.
“Pengurus harus paham tupoksi, AD/ART, dan job description. Jangan hanya semangat, tapi tidak tahu tugas,” ujarnya.
Tantangan PPP Usai Tak Lolos Parliamentary Threshold
Sementara itu, Sekretaris DPW PPP Jabar, Agus Solihin, menyebut konsolidasi perdana digelar setelah terbitnya SK definitif hasil Muswil ke-9. Agenda tersebut juga menjadi ruang rekonsiliasi pascadinamika internal partai.
Ia mengakui tantangan PPP cukup berat, terutama setelah partai tersebut tidak lolos parliamentary threshold di tingkat nasional pada Pemilu sebelumnya. Kondisi itu membuat proses verifikasi partai menjadi pekerjaan serius.
“Karena itu mesin partai harus dipanaskan sejak sekarang. Enam kursi DPRD Jabar adalah modal awal, tapi jelas belum cukup,” ujarnya.
Fokus Konsolidasi Menuju Pemilu 2029
Dengan pembenahan struktur, kaderisasi yang lebih terarah, dan target elektoral yang agresif, PPP Jawa Barat berupaya keluar dari zona nyaman. Uu menegaskan ujian sesungguhnya bukan pada rapat dan musyawarah, melainkan kemampuan menerjemahkan konsolidasi menjadi suara nyata pada Pemilu 2029.
“Kami membenahi struktur, memperjelas kaderisasi, dan memasang target elektoral yang lebih agresif karena PPP Jawa Barat harus keluar dari zona nyaman. Ujian kami adalah bagaimana konsolidasi ini benar-benar menjadi suara nyata di 2029,” tandasnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
