BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Sebanyak 1,5 juta kendaraan menyerbu Kota Bandung saat libur panjang atau long weekend Imlek, sejak Jumat 13 Februari hingga Minggu 15 Februari 2026.
Akibatnya, terjadi kepadatan arus kendaraan di sejumlah titik di Kota Bandung. Untuk mengurai kepadatan itu, Satlantas Polrestabes Bandung melakukan rekayasa lalu lintas, berkoordinasi dengan polres terkait.
Kasatlantas Polrestabes Bandung AKBP AH Hudi Arief mengatakan, telah melakukan penghitungan kendaraan sejak masa libur panjang Tahun Baru Imlek.
Jumlah kendaraan yang masuk ke Bandung terhitung sejak Jumat hingga Minggu (13-15/2/2026), sebanyak 1,5 juta unit. Sedangkan kendaraan yang keluar dari Kota Bandung sekitar 1,3 juta.
"Jadi ada selisih sekitar 200.000 lebih kendaraan masih berada di Bandung. Kami pantau pada hari ini Senin (16/2/2026), kendaraan yang masuk ke Kota Bandung terjadi sedikit peningkatan," kata Kasatlantas di Pasteur, Kota Bandung, Senin (16/2/2026).
Kasatlantas Polrestabes BANDUNG AKBP AH Hudi Arief. (Foto: Agus Warsudi)
AKBP Hudi menyatakan, titik-titik rawan kepadatan di Kota Bandung, berada di pintu-pintu masuk atau gerbang tol. Selain itu, kawasan wisata dan mal besar.
Anggota Satlantas Polrestabes Bandung disiagakan di titik rawan kepadatan untuk mengaturan arus lalu lintas dan membantu para pengguna jalan.
Faktor lain yang menjadi hambatan arus lalu lintas, ujar AKBP Hudi, kendaraan parkir di bahu jalan.
Polisi juga telah melakukan antisipasi dengan menindak kendaraan-kendaraan yang parkir di bahu jalan tersebut.
"Kami antisipasi kendaraan-kendaraan yang parkir di bahu jalan. Kami imbau pengguna jalan untuk tidak parkir bukan pada tempatnya. Kalau sudah diberi teguran simpatik tapi tak diindahkan, kami akan laksanakan penindakan," ujarnya.
AKBP Hudi mengimbau masyarakat pengguna jalan tetap menjaga ketertiban saat berlalu lintas di Kota Bandung.
"Jaga keselamatan, kehati-hatian di jalan, ikuti aturan berlalu lintas dan arahan petugas di jalan agar bisa menikmati Kota Bandung dengan nyaman," tutur AKBP Hudi.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
