Tawuran Maut Pecah di Sukahaji Bandung, 1 Orang Tewas Terkena Sabetan Celurit

Agus Warsudi
Ilustrasi, tawuran maut. (Foto: Istimewa).

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Tawuran maut pecah di Jalan Terusan Pasirkoja, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. Akibat tawuran itu, satu orang tewas bersimbah darah terkena sabetan senjata tajam celurit.

Polisi menetapkan satu tersangka R. Saat ini R meringkuk di sel tahanan Satreskrim Polrestabes Bandung untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono mengatakan, peristiwa berdarah itu terjadi pada Kamis (29/1/2026) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Berdasarkan keterangan pelaku R dan saksi-saksi, kronologi kejadian tawuran maut itu berawal dari permasalahan antara korban Muhammad Nabhan Aula (21) warga Jalan H Zakaria, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, dengan kelompok Aja.

Kemudian, Aja (saat ini berstatus buron atau Dalam Pencarian Orang/DPO), melalui media sosial (medsos) mengajak tersangka R untuk membantu menyelesaikan persoalan dengan kelompok Nabhan. Aja mengajak R bertemu dengan kelompok korban Nabhan di Jalan Pasirkoja, Babakan Tarogong.

Akhirnya, tersangka R, dan Aja bersama 10 temannya dengan membawa senjata tajam, bergerak ke lampu merah Pasirkoja-Jamika. 

Di lokasi tersebut, telah berkumpul kelompok korban Nabhan sekitar 15 orang. Mereka juga membawa senjata tajam dan balok kayu.

Bentrok berdarah pun tak terhindarkan. Dalam kejadian itu, korban Nabhan dikeroyok tiga orang, Aja dan dua temannya. Korban dibacok menggunakan celurit. Akibatnya, Nabhan tersungkur bersimbah darah.

“Motifnya mengajak tawuran. Memang sebelumnya sudah ada permasalahan. Kemudian ada ajakan tawuran. Korban datang hingga terjadi penganiayaan,” kata Kapolrestabes di Mapolrestabes Bandung, Selasa (17/2/2026).


Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono didampingi Kasatreskrim AKBP Anton. (Foto: Agus Warsudi).

Ujung Celurit Tembus ke Paru-paru

Usai kejadian, para pelaku Aja dan R melarikan diri. Namun R ditangkap oleh kakak korban, Muhammad Taufik. Lalu, R diamankan di pos linmas RW 04 Kelurahan Sukahaji yang selanjutnya diserahkan ke Polsek Babakan Ciparay.

Sedangkan korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit (RS) Immanuel Bandung. Namun korban meninggal dunia akibat luka serius di kepala dan punggung. Ujung celurit menembus paru-paru korban.

Kombes Budi menegaskan, polisi masih mengembangkan pengungkapan kasus ini untuk menangkap seluruh pelaku yang terlibat tawuran maut itu.

Anggota Satreskrim dan polsek jajaran juga memburu pelaku utama. "Saat ini terduga pelaku utama beserta beberapa orang yang terlibat, masih dalam penyelidikan dan pengejaran,” tutur Kombes Budi.

Dari kasus ini, tutur Kapolrestabes, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa balok kayu yang digunakan saat pengeroyokan. Sementara senjata tajam celurit pelaku masih dalam pencarian.
 

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network