BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, hujan ringan hingga lebat berpotensi mengguyur wilayah Bandung Raya dalam sepekan ke depan, 17-22 Februari 2026. Kondisi cuaca itu dipengaruhi banyak faktor, dari dinamika atmosfer global hingga lokal.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Bandung Teguh Rahayu mengatakan, berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, sejumlah indikator global menunjukkan pengaruh terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan di Indonesia, termasuk Jawa Barat.
“Nilai SOI saat ini +10,5 dan indeks ENSO di Nino 3.4 berada di angka -0,87. Kondisi ini berpengaruh terhadap peningkatan pola konvektif di sebagian wilayah Indonesia,” kata Kepala BMKG Bandung dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).
Ayu, sapaan akrab Teguh Rahayu, menyatakan, Madden Julian Oscillation (MJO) juga aktif pada kuadran 2 atau wilayah Samudra Hindia (Indian Ocean).
Kondisi tersebut berkontribusi terhadap peningkatan curah hujan di Indonesia hingga sepekan ke depan.
“Suhu permukaan laut yang hangat, MJO pada fase 2 Indian Ocean, belokan angin, dan konvergensi di wilayah Jawa Barat berpengaruh terhadap pembentukan awan-awan hujan," ujar Ayu.
"Kondisi itu berpotensi meningkatkan curah hujan di sebagian besar Jawa Barat hingga satu pekan ke depan,” tuturnya.
Ayu mengungkapkan, anomali suhu permukaan laut di perairan Jawa Barat terpantau cukup hangat. Kelembapan udara pada lapisan 850-700 mb juga cukup tinggi, berkisar 60-95 persen, sehingga mendukung pertumbuhan awan konvektif.
Secara umum, dalam satu pekan ke depan wilayah Jawa Barat diprakirakan berpotensi hujan ringan hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari.
Wilayah Bandung Raya yang meliputi Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi, cuaca umumnya cerah berawan pada pagi hari. Hujan ringan dan sedang berpotensi mengguyur pada sore dan malam hari.
“Suhu udara di Bandung Raya berkisar antara 20 hingga 29 derajat Celsius dengan kelembapan 60 sampai 92 persen. Angin umumnya bertiup dari arah barat dengan kecepatan 5 sampai 19 kilometer per jam,” ucap Ayu.
Kepala BMKG Bandung menyatakan, saat ini Jawa Barat termasuk Bandung Raya masih berada dalam periode musim hujan.
Bahkan, sebagian wilayah Bandung Raya masih memasuki puncak musim hujan pada Februari hingga Maret 2026.
“Sebagian wilayah Bandung Raya periode Februari dan Maret masih dalam periode puncak musim hujan, sehingga potensi hujan sedang hingga lebat masih perlu diwaspadai,” ujarnya.
Editor : Agus Warsudi
Artikel Terkait
