“Memang ada banyak kejanggalan dari wasit. Mulai dari hal-hal kecil yang kalau terjadi berulang tentu berpengaruh. Bahkan terkesan wasit ini mudah sekali memberikan kartu ke pemain Persib, tapi sulit mengeluarkan kartu untuk pemain Ratchaburi,” katanya.
Secara agregat, Persib memang harus mengakui keunggulan lawan setelah kalah 0-3 di leg pertama, meski mampu menang 1-0 di leg kedua dengan kondisi bermain 10 orang. Hasil tersebut membuat Maung Bandung gugur dengan selisih dua gol.
Meski demikian, Rahma meminta seluruh bobotoh untuk tetap bangga dan tidak larut dalam kekecewaan. Ia menilai perjuangan para pemain patut diapresiasi.
“Walaupun akhirnya gugur, tapi kita tetap harus bangga. Main dengan 10 orang dan tetap bisa menang 1-0 itu bukan hal mudah. Artinya mental dan kualitas tim kita sebenarnya ada,” ungkapnya.
Kini, menurut Rahma, fokus utama harus diarahkan sepenuhnya ke kompetisi domestik. Ia optimistis para pemain akan menjadikan kegagalan di level Asia sebagai motivasi tambahan untuk tampil lebih maksimal di liga.
“Sekarang fokusnya ke Super League. Justru setelah tersingkir dari ACL-2, para pemain pasti ingin membuktikan diri. Mereka pasti ingin membayar kepercayaan bobotoh,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kekalahan Persib dari Persita pada putaran pertama. Namun, ia yakin situasi kali ini berbeda, terutama karena pertandingan akan digelar di kandang sendiri.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
