“Memang di putaran pertama kita kalah dari Persita. Tapi sekarang main di GBLA, dan sejauh ini semua laga kandang di Super League selalu dimenangkan Persib. Jadi saya tetap optimis,” tegas Rahma.
Menurutnya, motivasi untuk membalas kekalahan di putaran pertama akan menjadi energi tambahan bagi skuad Maung Bandung. Selain itu, dukungan bobotoh di kandang diyakini mampu mendongkrak mental bertanding para pemain.
“Justru ini jadi momen balas dendam. Anak-anak pasti punya motivasi lebih. Ditambah lagi dukungan bobotoh di kandang itu luar biasa,” katanya.
Meski optimistis, Rahma mengakui lini depan Persib saat ini belum sepenuhnya tajam seperti yang diharapkan. Adaptasi sejumlah pemain anyar dinilai masih membutuhkan waktu.
“Kalau lihat beberapa pertandingan terakhir, memang lini depan belum setajam yang kita inginkan. Ada pemain baru juga yang masih adaptasi. Tapi saya yakin pelan-pelan akan padu,” ujarnya.
Untuk laga kontra Persita, Rahma memprediksi Persib akan meraih kemenangan tipis.
“Mungkin prediksi saya 1-0 untuk Persib. Skor tipis tidak apa-apa, yang penting tiga poin,” katanya.
Ia menambahkan, kemenangan tersebut akan sangat penting untuk menjaga posisi Persib di papan atas klasemen sementara Super League Indonesia 2025/2026.
“Kalau bisa menang lagi, tentu akan semakin mengokohkan Persib di puncak klasemen. Semoga tren positif di kandang terus berlanjut,” pungkasnya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
