BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Deru kendaraan tak pernah berhenti di KM 142 menuju pintu keluar Cileunyi. Di bawah kolong Tol Buah Batu itu, berdiri sebuah bangunan sederhana bernama Masjid Hijrah BJTB (Bawah Jembatan Tol Buah Batu). Dari tempat inilah, Saepul Rohmat (47) memulai babak baru hidupnya.
“Saya salah satu pendiri dari awal masjid ini. BJTB itu Bawah Jembatan Tol Buah Batu, karena memang lokasinya pas di bawah sini,” ujar Saepul, Kamis (5/3/2026).
Masjid itu lahir bukan dari kemapanan, melainkan dari kehilangan. Saepul mengaku titik balik hidupnya terjadi setelah putra sulungnya meninggal saat duduk di kelas 3 SMA.
“Dari meninggalnya anak saya, saya mulai berpikir, apakah dosa saya bisa diampuni kalau saya benar-benar tobat?” tuturnya.
Dari obrolan dengan seorang teman, muncul saran sederhana, bangunlah masjid. Bersama delapan rekannya yang dulu sama-sama berada di lingkungan geng motor ia mulai mencari tempat. Pilihan jatuh pada lahan kumuh di bawah tol, kawasan yang dikenal rawan kriminalitas dan transaksi ilegal.
“Dulunya ini seram, banyak preman. Pernah ada penggerebekan juga. Istilahnya tempatnya tidak baik,” katanya.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
