Ke Mana Aliran Dananya?
Seluruh dana yang terkumpul dari penerbitan obligasi ini telah memiliki "jalur khusus". Merujuk pada POJK Nomor 18 Tahun 2023, dana tersebut akan disalurkan untuk pembiayaan maupun pembiayaan ulang (refinancing) pada dua kategori utama:
Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL)
Kegiatan Usaha Berwawasan Sosial (KUBS)
Hingga tutup tahun 2025, komitmen hijau bank bjb tidak main-main. Portofolio berkelanjutan mereka telah menembus angka Rp14,3 triliun, yang mengalir deras ke sektor UMKM, pemberdayaan sosial, hingga proyek-proyek mitigasi perubahan iklim.
Ambisi Net Zero Emission dan Mitigasi Iklim
Di luar urusan pembiayaan, bank bjb juga mulai "bersih-bersih" dalam operasional internalnya. Perseroan secara aktif mengelola emisi gas rumah kaca demi mengejar target Net Zero Emission. Salah satu langkah konkretnya adalah keterlibatan dalam Bursa Karbon Indonesia melalui pembelian unit karbon SPE-GRK.
Sebagai pionir, bank bjb juga menjadi salah satu institusi keuangan fase pertama yang menuntaskan Climate Risk Stress Test (CRST). Langkah ini memastikan bahwa risiko perubahan iklim tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan diintegrasikan langsung ke dalam manajemen risiko perusahaan.
Dengan penguatan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), bank bjb optimistis dapat mencetak pertumbuhan bisnis yang inklusif sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem ekonomi nasional di masa depan.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
