Satgas Rafi 2026 Pertamina Pastikan BBM Aman selama Arus Mudik-Balik di Jawa Barat

Agus Warsudi
Jutaan kendaraan memadati ruas jalan tol dan arteri saat arus mudik Lebaran. Untuk mengantisipasi kebutuhan BBM, Pertamina mengerahkan Satgas Rafi 2026. (FOTO: ISTIMEWA)

BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - PT Pertamina (Persero) mengerahkan Satuan Tugas Ramadhan-Idul Fitri (Satgas Rafi) 2026 untuk memastikan pasokan dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan gas elpiji aman selama arus mudik dan balik, terutama di wilayah Jawa Barat.

Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (RJBB) Susanto August Satria mengatakan, setiap tahun, Pertamina menyiagakan satuan tugas untuk mengantisipasi kebutuhan BBM yang meningkat saat Ramadhan dan Idul Fitri.

"Satgas Rafi 2026 Pertamina memastikan stok, layanan, dan pasokan BBM serta gas elpiji selama Idul Fitri dan arus mudik-balik 2026 di Jawa Barat aman," kata Satria, Selasa (10/3/2026).

BBM dan gas elpiji di wilayah Jawa Barat, ujar Satria, dipasok oleh Fuel Terminal Bandung Ujungberung dan Fuel Terminal Bandung Padalarang.

Fuel Terminal Bandung Ujungberung memiliki kapasitas tangki timbun sebesar 94.956 kiloliter (kl). Fuel terminal ini mendistribusikan sebanyak 4.872 kl per hari. 

Wilayah distribusi BBM Fuel Terminal Bandung Ujungberung antara lain, Kota/Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Purwakarta, Garut, dan Sumedang.

Sedangkan Fuel Terminal Bandung Padalarang sebesar 57.860 kl dan setiap hari mendistribusikan sekitar 2.044 kl BBM. Wilayah distribusi Fuel Terminal Bandung Padalarang meliputi, Kota/Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Cimahi, Purwakarta, Kabupaten Sukabumi.

"Kemudian, Kota Sukabumi, Cianjur, Kota/Kabupaten Tasikmalaya, Subang, Ciamis, Garut, Sumedang, Banjar, Karawang, dan Pangandaran," ujarnya.

Satria menuturkan, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memperkirakan sebanyak 143,9 juta orang akan melakukan perjalanan mudik Lebaran 2026. 

Para pemudik itu menggunakan moda transportasi beragam, kendaraan pribadi motor dan mobil, dan angkutan umum. Sedangkan Jasa Marga memperkirakan sebanyak 3,6 juta kendaraan akan menggunakan jalan tol selama arus mudik.

"Kondisi itu mengharuskan Pertamina Patra Niaga RJBB mengerahkan Satgas Rafi 2026," tutur Satria.

Permintaan BBM dan Gas Naik

Satria mengatakan, selama masa arus mudik dan balik Lebaran, diproyeksi terjadi kenaikan permintaan bahan bakar minyak gasoline sekitar 9,6 persen dibanding kondisi normal. 

Sedangkan gasoil turun 27,3 persen dibandingkan saat kondisi normal. BBM industri naik 7,9 persen, LPG naik 2,86 persen, dan Avtur naik 0,5 persen.

Pertamina Patra Niaga RJBB menyiagakan 1.620 SPBU, 439 Pertashop, 2.331 Agen LPG (2.093 PSO & 238 NPSO), 206 SPBE (176 PSO & 30 NPSO) dan 2 Agen Minyak Tanah (1 PSO & 1 NPSO).

"Guna memastikan layanan terhadap masyarakat, RJBB telah menyediakan layanan energi pendukung di jalur potensial meliputi jalan tol, wisata, dan lintas utama," ucap Satria.

Satria menjelaskan, di jalur-jalur itu, Pertamina menyiagakan 427 unit SPBU 24 jam, agen LPG Siaga 2.180 unit, layanan BBM & Kios Pertamina Siaga 18 titik, motorist/PDS BBM 52 titik, PDS bright gas 563 agen, mobil tangki standby 62 unit, dan 11 unit Serambi MyPertamina.

Selama masa Satgas Rafi 2026, RJBB memberikan layanan spesial melalui MyPertamina dengan menyediakan 12 Serambi MyPertamina. 

"Tiga Unit Serambi tersedia di beberapa rest area jalan tol dan sembilan unit Serambi compact/mini di lokasi wisata dan rest area tol. Serambi MyPertamina menyediakan fasilitas tempat istirahat, barbershop, mini klinik, nursery, tempat bermain anak, dan lain-lain," ujarnya.

Pertamina Patra Niaga RJBB, tutur Satria, memberikan layanan tambahan berupa service car, towing car, rescue car support PT PAR berkolaborasi dengan PT Pertamina Lubricant Regional JBB.

"Layanan ini telah dirasakan masyarakat saat Satgas Natal-Tahun Baru (Naru) 2025/2026) dan akan kembali melayani Satgas Rafi 2026 di Serambi Km 88 Purbaleunyi dan Km 43 A Banten," tutur Satria.

Prediksi Puncak Arus Mudik dan Balik

Puncak arus mudik gelombang pertama Hari Raya Idul Fitri diprediksi terjadi mulai 14 sampai 15 Maret 2026. Sedangkan prediksi puncak arus mudik II terjadi pada 18 sampai 20 Maret 2026.

"Selanjutnya prediksi puncak arus balik I Hari Raya Idul Fitri pada 24 sampai 25 Maret 2026 dan arus balik II pada 28 sampai 29 Maret 2026," kata Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Susanto August Satria.

Selama periode itu, ujar Satria, melalui Satgas Rafi 2026, Pertamina Patra Niaga memastikan pemenuhan kebutuhan energi masyarakat yang meningkat. Sekaligus, membangun kembali kepercayaan publik terhadap kualitas produk dan layanan SPBU.

"Satgas Rafi memenuhi kebutuhan energi masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri sekaligus memulihkan public trust," tegas Satria.

Ditanya tentang dampak konflik di Timur Tengah terhadap pasokan BBM di Indonesia, Satria memastikan stok bahan bakan aman, tercukupi dan tersedia. Karena itu, masyarakat tidak perlu panic buying.

"Pertamina memastikan tidak ada pasokan tersendat. Kalau ada satu atau dua kapal yang terhambat, tapi ada ratusan kapal yang aman. Mayarakat jangan sampai melakukan panic buying karena Pertamina telah menyiapkan," tegas Satria.
 

Editor : Agus Warsudi

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network