BANDUNG BARAT,iNews BandungRaya.id - Puluhan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di Kabupaten Bandung Barat mengikuti bimbingan teknis penyembelihan hewan kurban.
Bimbingan teknis (bintek) ini sebagai persiapan menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 H yang digelar oleh Dinas Perikanan dan Peternakan (Dispernakan) KBB.
"Ada 30 DKM yang merupakan perwakilan dari sejumlah tempat di seluruh wilayah di Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang mengikuti bimtek penyembelihan hewan kurban kali ini," tutur Kepala Dispernakan KBB, Wiwin Aprianti, Senin (27/4/2026).
Menurutnya, pada kegiatan ini para peserta dilatih untuk memastikan proses ibadah kurban berjalan sempurna, sah secara agama, dan memenuhi standar kesehatan Aman, Sehat, Utuh, Halal (ASUH).
Bimtek tersebut merupakan langkah strategis untuk membekali panitia dan penyembelih dengan pengetahuan yang benar. Sebab penyembelihan hewan kurban tidak boleh dilakukan secara asal-asalan.
Tetapi harus memenuhi kaidah syariat Islam serta memperhatikan aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) agar hewan tidak tersiksa.
“Panitia kurban, petugas penyembelih, dan masyarakat harus memiliki pemahaman serta keterampilan dalam penyembelihan hewan kurban sesuai syariat Islam,” ucapnya.
Ia menerangkan, dalam syariat Islam, penyembelihan harus menggunakan alat yang tajam, dilakukan dengan cepat, serta memotong saluran pernapasan, saluran makanan, dan dua pembuluh darah utama di leher.
Hal ini penting agar hewan tidak tersiksa dan prosesnya sah secara agama.
Selain itu, lanjut dia, materi juga mencakup cara menentukan kriteria hewan yang layak dikurbankan.
Misalnya, kambing atau domba harus berusia minimal satu tahun, sedangkan sapi atau kerbau minimal dua tahun yang ditandai dengan tumbuhnya gigi tetap atau poel.
Pemeriksaan kesehatan (antemortem) wajib dilakukan sebelum penyembelihan.
Ia menuturkan, ciri hewan sehat di antaranya aktif, nafsu makan baik, mata cerah, tidak memiliki luka atau penyakit menular, serta tidak demam atau diare.
Selain itu ada juga materi yang mencakup manajemen yang lengkap, mulai dari penanganan hewan sebelum disembelih, teknik penyembelihan yang higienis, hingga tata cara pengolahan.
"Itu penting agar daging yang dihasilkan higienis dan aman dikonsumsi oleh masyarakat," pungkasnya. (*)
Editor : Rizki Maulana
Artikel Terkait
