Ia kembali menambahkan untuk memperjelas status kasus tersebut:
“Intinya setelah kami mengonfirmasi ke sekolah, memang benar ada siswa SMAN 5 yang meninggal di daerah Cihampelas. Tetapi untuk pemicu dari faktor tersebut masih didalami oleh pihak kepolisian.”
Larangan Aktivitas Sekolah dan Pengetatan Jam Malam
Menyikapi tragedi yang diduga menyeret oknum siswa dari SMAN 2 dan SMAN 5 Bandung ini, Disdik Jabar mengambil langkah drastis. Sebagai bentuk pencegahan agar konflik tidak meluas, seluruh kegiatan di lingkungan sekolah ditiadakan selama satu bulan penuh.
Selain itu, pihak sekolah dan pemerintah daerah kini lebih memperketat pengawasan jam malam. Para orang tua diimbau untuk memastikan anak-anak mereka sudah berada di rumah sebelum pukul 21.00 WIB.
Beberapa poin krusial yang ditekan oleh pihak pendidikan antara lain:
Edukasi Media Sosial: Orang tua wajib memantau aktivitas digital anak guna menghindari provokasi atau ajakan tawuran di platform online.
Sterilisasi Benda Berbahaya: Larangan keras bagi siswa membawa senjata tajam atau benda apa pun yang berisiko melukai orang lain.
Pembatasan Konvoi: Siswa dilarang keras ikut serta dalam kerumunan atau konvoi tanpa tujuan yang jelas.
KCD Wilayah VII juga meminta seluruh warga sekolah untuk menahan diri dan tidak memberikan komentar atau pernyataan di media sosial yang dapat memperkeruh suasana selama proses penyelidikan berlangsung.
Editor : Agung Bakti Sarasa
Artikel Terkait
