BANDUNG, iNewsBandungRaya.id - Kepolisian Daerah Jawa Barat menerapkan rekayasa lalu lintas one way penggal di jalur arteri untuk mengurai kepadatan arus mudik Lebaran.
Kapolda Jabar Irjen Pol Rudi Setiawan mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah sebelumnya kepolisian melakukan manajemen lalu lintas di ruas jalan tol selama dua hari terakhir.
“Hari ini kita fokus ke jalur arteri. Dua hari kemarin kami melakukan penatalaksanaan manajemen di ruas jalan tol. Hari ini kita dari Karawang menuju ke daerah Priangan Timur,” ujarnya kepada awak media di Pos Terpadu Nagreg, Minggu (15/3/2026).
Menurut Rudi, volume kendaraan pemudik mulai meningkat hingga sekitar 100 persen. Meski demikian, kondisi arus lalu lintas masih terpantau relatif lancar.
Ia menjelaskan, rekayasa one way penggal diterapkan secara situasional dengan melihat panjang antrean kendaraan atau ekor kemacetan di lapangan.
“Pada ruas jalan tertentu dengan berpatokan panjang atau ekor kemacetan baru dilakukan one way penggal,” jelasnya.
Rudi menambahkan, metode tersebut dinilai efektif mengurai kepadatan kendaraan. Berdasarkan laporan petugas, rekayasa lalu lintas itu mampu mencairkan kemacetan dalam waktu singkat.
“Tadi hanya sekitar 10 menit sudah bisa mencairkan arus lalu lintas di Limbangan,” katanya.
Polda Jabar juga memprediksi puncak arus mudik berikutnya akan terjadi pada 19–20 Maret. Meski begitu, seluruh jajaran telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan.
Sementara itu, data Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung menunjukkan volume kendaraan di jalur tersebut cukup tinggi. Humas Dishub Kabupaten Bandung Eric Alam Prabowo menyebut hingga pukul 15.00 WIB tercatat puluhan ribu kendaraan melintas.
“Sampai jam 3 sore ada sekitar 39.776 kendaraan telah melintas ke arah Garut dan Tasikmalaya,” ujarnya.
Selain itu, kendaraan yang bergerak menuju arah Bandung tercatat mencapai 23.055 unit.
Editor : Rizal Fadillah
Artikel Terkait
